RADAR GRESIK-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar rembug akur bertajuk “Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa : Gresik Kerja, Gresik Daulat Industri” di hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Sabtu (21/9).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog tentang kebijakan serta mengajak generasi Z untuk turut serta menjadi bagian pembangunan dan industri di KabupatenGresik. Hal itu dalam rangka menyongsong Gresik Emas yang Mendunia.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, tren investasi di Kabupaten Gresik terus meningkat. “Sampai tahun 2023 investasi di Gresik mencapai Rp 49,5 triliun,” kata Gus Yani sapaan Fandi Akhmad Yani.
Menurutnya, kota Industri, Gresik memiliki potensi yang cukup besar dari segi perikanan maupun kebudayaan. Maka dari itu, Gus Yani mengajak seluruh mahasiswa untuk berubah. “Mahasiswa harus siap berubah,” kata Gus Yani.
Baca Juga: Tampil Apik, Gresik United Gasak 3 - 0 Tim Sepak Bola Milik Raffi Ahmad RANS Nusantara
Mahasiswa harus berubah mengikuti perkembangan dan kebutuhan dunia. Maka dari itu, tidak hanya hard skill, mahasiswa harus memiliki soft skill sehingga bisa menjawab kebutuhan kerja.
Menurutnya, Pemkab Gresik telah menyiapkan rencana jangka, menengah, panjang untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia atau SDM yang memadai untuk kebutuhan penyerapan industri.
Masyarakat Gresik di usia produktif, bisa menambah kemampuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja.
Salah satunya melakukan pelatihan, kebijakan untuk mematangkan instrumen pengembangan SDM tersebut dengan menekankan aspek integrasi antara budaya, industri dan masyarakat.
Apalagi, banyak kebutuhan yang harus diserap memasuki Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK. Bukan hanya tenaga kerja, namun masyarakat Gresik bisa menyerap peluang seperti penyediaan logistik, makan dan minuman atau mamin bagi pekerja.
“Tidak hanya soal tenaga kerja saja. Ekonomi kultur masyarakat juga harus disiapkan. Seperti mendorong produksi petambak Bandeng sebagai produk lokal. Itu menjadi satu ekositem yang mendukung adanya KEK,” jelasnya.
Pada 2025, Pemkab Gresik mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar. Anggaran itu, akan digunakan oleh Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Gresik memberikan pelatihan kepada anak-anak usia produktif di Gresik. Sebab, pelatihan keterampilan bersertifikasi sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.
Sementara itu, Rektor UMG Nadhirotul Lailly, menyampaikan, Gresik merupakan kota strategis yang punya keunggulan sebagai kota industri.
Keunggulan tersebut juga tidak lepas dari tantangan, yakni bagaimana potensi tersebut bisa berdaulat. Bisa dimanfaatkan masyarakat lokal, terutama generasi Z.
Baca Juga: Besok, Presiden Jokowi Resmikan Produksi Smelter Freeport Gresik, Berikut Jadwalnya
Untuk itu, Ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi. “Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang),” kata Laila.
Mahasiswa Gresik bisa punya empati sosial dan peran di komunitas masyarakat.
Sementara itu, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan konsep Gresik kedepan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD dengan slogan “Gresik Emas yang Mendunia”. Slogan tersebut mengingat Kabupaten Gresik kedepan akan menjadi tumpuan ekonomi Jawa Timur. “Salah satu yang kita siapkan yakni bahasa Asing, Bahasa Inggris dan Mandarin,” jelasnya.
Pemkab Gresik sudah membuat regulasi yang mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Setidaknya ada 2 komponen regulasi, pertama, terkait penyertaan kemitraan UMKM, kedua regulaasi ketenagakerjaan yang mewajibkan perusaahaan untuk penyerapan warga lokal Gresik 60 persen. “Sudah ada regulasi. Jadi tinggal kita manfaatkan untuk masuk,” jelasnya. (han)
Editor : Hany Akasah