Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

4 Gedung SD Negeri Direvitalisasi Pasca Gempa Bawean, Guru Gresik Sempat Jemput Bola ke Rumah untuk Mengajar

Hany Akasah • Minggu, 28 Juli 2024 | 17:28 WIB
PERESMIAN PEMBANGUNAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat meresmikan revitalisasi gedung sekolah di Bawean
PERESMIAN PEMBANGUNAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat meresmikan revitalisasi gedung sekolah di Bawean

RADAR GRESIK- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan empat gedung SD Negeri yang sempat mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Pulau Bawean, Sabtu (27/7).

Keempat gedung yang direvitalisasi masing-masing UPT SD Negeri 332,333,338 serta 387.

Peresmian revitalisasi gedung SD dipusatkan di halaman UPT SDN 332 Gresik di Desa Dekatagung Kecamatan Sangkapura.

Bupati Fandi Akhmad Yani menuturkan pasca pemulihan gempa, pihaknya terus bergerak cepat dan bersinergi bersama dalam membangun Bawean bangkit.

"Kami sangat prihatin bencana alam ini cukup membuat kami prihatin. Tetapi pasca pemulihan kami berusaha dan akan terus bergerak cepat serta bersinergi bersama dengan pemerintah pusat dan provinsi," ujar Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang turut serta dalam menuntaskan pembangunan empat gedung UPT SD Negeri ini.

Sehingga terdapat peningkatan murid yang cukup signifikan dan dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

"Kami menyaksikan pembangunan gedung telah tuntas. Dan dapat digunakan proses belajar mengajar. Alhamdulillah pembangunan gedung baru ini dapat meningkatkan antusias murid untuk mendaftar hingga lebih dari 200 persen," pungkasnya. 

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SDN 322 Ahmad Yani menceritakan kejadian gempa 6.5 M yang merobohkan gedung sekolahnya.

Akibat gempa gempa berkekuatan 6.5 magnitudo ini  aktivitas belajar mengajar terganggu. Sehingga pembelajaran dilaksanakan melalui online dan jemput bola ke rumah orangtua siswa.

"Ketika gempa terjadi di Hari Jumat, sebelum dzuhur dan sekitar pukul 03.00 wib, saya benar-benar kaget ketika melihat bangunan sekolah runtuh. Usai itu, kami memutuskan aktivitas belajar dilakukan melalui daring namun bagi orang tua murid yang belum bisa daring maka kami fasilitasi dengan melakukan jemput bola ke rumah siswa untuk mengajar,” jelas Ahmad Yani. (han)

Editor : Hany Akasah
#SD #fandi akhmad yani #gresik #Negeri #gempa #Gedung #BUPATI #BAWEAN