Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Komitmen UISI Terhadap Konservasi Lingkungan dan Budaya, Silo Bekas Pabrik Diharapkan Jadi Landmark Baru di Gresik

Novia Andriyani • Selasa, 25 Juni 2024 | 23:13 WIB
SILO HERITAGE UISI : Perpaduan harmonis antara modernitas dan nilai-nilai sejarah, menjadi simbol baru bagi Gresik.
SILO HERITAGE UISI : Perpaduan harmonis antara modernitas dan nilai-nilai sejarah, menjadi simbol baru bagi Gresik.

RADAR GRESIK - Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menunjukkan komitmennya dalam melindungi lingkungan dari kerusakan, dengan memanfaatkan bangunan dan lahan bekas pabrik untuk menjadi kampus dengan nuansa heritage.

Pemanfaatan area bekas pabrik semen yang terletak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur disulap menjadi kampus heritage merupakan bukti bahwa UISI berkomitmen terhadap konservasi lingkungan dan budaya yang merupakan upaya untuk memadukan modernitas pendidikan dengan nilai-nilai sejarah dan budaya lokal di kabupaten Gresik.

Rektor UISI, Prof. Dr. Eng. Ir Herman Sasongko menjelaskan bahwa banyak potensi wisata yang ada di kampus UISI, salah satunya adalah dengan mengembangkan bekas bangunan penyimpanan (Silo) yang dahulunya digunakan oleh pabrik semen Indonesia akan dibuat menjadi enam lantai yang difungsikan sebagai masjid, perpustakaan, laboratorium, ruang kelas serta fasilitas penunjang lainnya.

Silo ini merupakan bagian dari Pabrik Semen pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1957, bangunan dengan diameter mencapai 40 meter dan tingginya sekitar 70 meter ini digunakan untuk menampung bahan baku dan produk semen selama puluhan tahun, dan Pada tahun 2014, Pabrik Semen Gresik direlokasi ke Tuban, Jawa Timur yang sejak saat itu, silo-silo tersebut tidak digunakan lagi dan dibiarkan kosong.

“Saat ini renovasi bagian dalam gedung silo sudah mencapai 30% , dan akan dilaunching pembangunan pada tanggal 23 Juli saat Diesnatalis UISI ke-11 tahun, diharapkan akhir tahun 2024 ini sudah bisa digunakan ” Ucap Prof Herman saat ditemui para awak media pada hari selasa (25/06).

Lebih lanjut, Prof Herman menyampaikan bahwa selain pengembangan bekas bangunan, di area bekas pabrik juga terdapat zona penghijauan yang memanjang hingga ke arah perumahan Gresik kota baru (GKB).

“Saya menyebutnya Gresik Botanise Garden, saya pernah menyusurinya, dan ternyata di area Hutan kota ini banyak tanaman yang sudah tidak bisa ditemui lagi di tempat lain, harapan saya, UISI yang berada dilokasi ini bisa mengelola zona hijau tersebut dengan pembuatan gedung botani untuk membantu mahasiswa dalam pembelajaran merdeka belajar” Tambah Prof. Herman.

Kampus heritage UISI dengan mengelola Silo bekas pabrik merupakan contoh inspiratif dari alih fungsi bangunan bersejarah yang tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga melestarikan sejarah dan diharapkan menjadi ikon baru bagi kota Gresik.

UISI berkomitmen untuk membangun kampus yang tidak hanya modern dan berkualitas, tetapi juga mencetak generasi muda yang cerdas dan terampil, memiliki rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan budaya.

"Pemanfaatan bekas pabrik semen ini merupakan langkah nyata kami dalam mewujudkan komitmen dalam mengelola lingkungan dan budaya secara berkelanjutan.". Pungkas Prof Herman. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
#SILO #bangunan #uisi #Bekas #lingkungan #Gresik 2020 #semen #konservasi #Pabrik #Budaya