Kelompok 17 beranggotakan Dhidu Usrin Sabtul Y, Alvin Miftakhul Ilmi, Usman Yunus B, Dewa Leowanda, Zen Maulana Akbar, Albi Ikhzami, M Ali Bahruddin, Muhammad Rizal Afandi, Dimas Arya Winata, Achmad Afandy, Afrizal Maulana E, Kenya Nayaka Radya, Ayu Martha Dinata, Feny Dwi Anggreani, Putri Zahrah Al Karimah, Nurul Hidayati, dan Raisa Adila Putri.
Mereka memberikan sosialisasi yang juga dihadiri oleh dosen pendamping lapangan (DPL) Ma'had Wicaksono, ketua PKK Desa Wadeng, Amala Sholiha beserta anggota, Ketua RT/RW, dan warga.
Ma'had Wicaksono selaku dosen pembimbing mengungkapkan tujuan kegiatan ini adalah untuk membagikan ilmu dan edukasi kepada masyarakat Desa Wadeng mengenai pentingnya pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik.
“Pupuk organik ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, dan memiliki nilai bisnis yang dapat meningkatkan perekonomian warga. Hal tersebut menjadi latar belakang mahasiswa kelompok 17 menggelar sosialisasi dan praktek ini,”terangnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi terkait pupuk organik dan limbah rumah tangga oleh salah satu anggota KKN, Alvin Miftakhul Ilmi. Kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung cara pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga.
Baca Juga: Masuk 100 Besar Universitas Terbaik se-Indonesia, UMG Buktikan Konsistensinya Pertahankan Reputasi
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya jawab. Bahkan salah satu peserta menceritakan pengalamannya dalam pembuatan pupuk organik. Dimana pernah mencoba membuat pupuk organik hanya menggunakan larutan gula merah tetapi tidak kunjung berhasil setelah dua bulan.
Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Alvin. Menurutnya, penyebab gagalnya pembuatan pupuk tersebut adalah kurangnya mikroorganisme yang menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pembuatan pupuk.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, masyarakat desa Wadeng dapat menerapkan ilmu yang telah diterima untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi desa Wadeng dengan menekan jumlah sampah dan meningkatkan perekonomian warga,” pungkas Alvin.
Baca Juga: Asah Keberanian dan Kreativitas Mahasiswa, PGSD UMG Tampilkan Pagelaran Seni dan Budaya
Sementara itu Kepala Desa Wadeng, Imam Khoiri, mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UMG atas edukasi terkait proses pembuatan pupuk organik beserta alatnya yang bermanfaat bagi masyarakat desa Wadeng.
"Terimakasih sudah menyampaikan materi dan praktek yang bermanfaat bagi seluruh peserta kegiatan dan seluruh masyarakat desa Wadeng. Alat yang kami terima akan kami gunakan dengan sebaik baiknya," ujar Imam Khoiri. (rir)
Editor : Hany Akasah