RADAR GRESIK - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 4 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengadakan sosialisasi mengenai pemanfaatan lahan terbatas sebagai media budidaya. Soaialisasi tersebut yaitu budidaya ikan dan sayuran di dalam ember.
Kegiatan ini berlangsung di PAUD Seruni Desa Mojoasem, Kecamatan Sidayu, Senin, (29/1). Mereka adalah Moh. Lukmanul Hakim, Mohammad Hariyanto, Ummu Sholikah, Alfina Nur Cahyani, Khouliyah Dwi Anggraini, Diniyah Fiha Ishaqo, Ahmad Murtafik Haris, Farisa Juni Anggraini, Nashihatul Ula, Afni Nurvita Sari, Alif Bartus Ikhrom, Mohammad Azam Diaulhaq, dan Mohammad Erlangga Syahri Ramadhan
Sosialisasi ini dihadiri oleh kurang lebih 40 warga Desa Mojoasem yang terdiri dari anggota PKK dan perangkat desa. Dosen Pendamping UMG , Diah Jerita Eka Sari, S.Kep.,Ns., M.Kes mengungkapkan, kegiatan sosialisasi itu membuka wawasan baru bagi warga tentang pemanfaatan lahan terbatas untuk budidaya yang menghasilkan dua produk.
Baca Juga: Masuk 100 Besar Universitas Terbaik se-Indonesia, UMG Buktikan Konsistensinya Pertahankan Reputasi
"Ada dua produk yaitu perikanan dan produk sayuran. Dengan demikian, warga yang tidak memiliki tambak bisa menerapkan budidaya ini tanpa perlu menyewa lahan lagi," terang Diah.
Salah satu mahasiswa Moh. Lukmanul Hakim menuturkan aspek menarik dari budidaya dalam ember adalah fleksibilitasnya dalam memilih jenis tanaman yang bisa ditanam. Tanaman sayuran seperti selada, kangkung, sawi pokcoy, dan lain sebagainya dapat ditanam dengan metode ini.
"Kami berikan penjelasan mendalam tentang pemilihan bibit ikan lele, pemberian pakan, pengelolaan air, dan perawatan harian yang diperlukan. Para peserta juga kami ajak langsung untuk mencoba teknik-teknik yang diajarkan dalam ember-ember yang telah disediakan," ujar Lukmanul Hakim.
Kepala Desa Mojoasem, Mohammad Fatih, S.T., berterima kasih atas inovasi baru mengenai budidaya ikan dan sayuran dalam ember.
"Kami berharap akan ada kelanjutan program ini dan pengarahan dari pihak desa kepada lembaga-lembaga desa, terutama Bumdes, supaya program ini bisa berkelanjutan," pungkas Mohammad Fatih.
Budidaya ikan dan tanaman dalam ember tidak hanya menjadi solusi praktis untuk lahan terbatas, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan Mojoasem yang mayoritas penduduknya adalah petani tambak. Budidaya ini dapat meningkatkan kehijauan dan kemandirian pangan lokal.
Dengan inovasi ini, kita dapat melihat bahwa kecilnya ruang tidak selalu menjadi hambatan untuk berbudidaya yang sehat dan bergizi. (rir/han)
Editor : Hany Akasah