RADAR GRESIK - Masyarakat di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik punya cara tersendiri menjaga kearifan lokal desanya. Konon menurut sejarahnya, desa tersebut berdiri karena sejak revolusi fisik.
Awalnya dipercaya letak geografisnya berada selatan. Tepatnya, di lapangan Sriweringin. Dipercaya, para leluhur kemudian memindahkan desa tersebut agar lebih sempurna.
Kepala Desa Kedanyang Mustofa mengatakan, nama Kedanyang karena dulunya desa ini banyak 'Danyang' atau roh halus yang tidak bisa dilihat oleh panca indera manusia.
Setelah para leluhur desa menjadikan satu tempat Danyang itu yang ditempatkan di lapangan Sriweringin. Sehingga, tidak ada gangguan lagi.
"Saat ini posisi Desa Kedanyang paling selatan di Kecamatan Kebomas dan berbatasan dengan wilayah Kecamatan Cerme serta berbatasan dengan daerah Surabaya di bagian utara. Tidak heran sekarang desa tersebut menjadi tujuan pada urban mengingat banyak pekerja dari luar Gresik yang menetap di Kedanyang seiring dengan pertumbuhan industri," ujarnya, Senin (6/11).
Sekarang desa tersebut sudah maju, dan banyak industri serta perumahan baru sebagai tempat tinggal para urban, atau warga pendatang. Untuk menjaga kearifan lokal budaya setempat, Pemerintah Desa (Pemdes) Kedanyang tetap memperkenalkan pelajaran P5 ke siswa sekolah dasar.
Pelajaran P5 kepanjangan dari project penguatan profil pelajar Pancasila dengan tema kearifan lokal yang diterapkan di UPT 23 SDN Gresik. Program ini mengenalkan kepada generasi muda khususnya dalam bidang pendidikan kearifan lokal agar tidak lupa pada sejarah.
"Kearifan lokal ini menyangkut beberapa hal baik seni dan budaya. Untuk di Desa Kedanyang masih melestarikan budaya leluhur sebagai ungkapan rasa syukur yang sampai sekarang terus dilestarikan," kata Mustofa.
Rasa syukur warganya itu lanjut dia, diungkapkan dalam kegiatan sedekah bumi. Dimana, acara ritual tersebut juga diiringi dengan adat budaya Jawa Timur diantaranya wayang kulit, dan ludruk.
"Khusus program P5 di UPT SDN 23 Gresik memperkenalkan perangkat desa, serta kearifan lokal. Melalui kegiatan ini mudah-mudahan generasi muda tidak lupa sejarah terus melestarikan budi pekerti yang disampaikan leluhur desa," paparnya.
Pelajaran P5 disampaikan kepada siswa kelas 4. Harapannya, kedepan generasi muda mengisi perjuangan dari leluhur Desa Kedanyang. “Program P5 dijalankan mulai tahun 2019 agar siswa SD bisa mengenal lebih dekat kearifan lokal desanya,” pungkasnya. (Yud/han)
Editor : Hany Akasah