GRESIK-Kasus pemalakan siswi kelas SDN 236 Gresik atau SDN 2 Randupadangan Menganti berakibat buta permanen mendapat perhatian kalangan dewan. Komisi IV DPRD Gresik berencana memanggil Dinas Pendidikan (Dispedik) untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Anggota Komisi IV DPRD Gresik Syaichu Busyiri mengatakan persoalan tusuk bakso di Menganti memang membuat banyak pihak prihatin. Ini tentu menjadi evaluasi bersama agar tidak terulang kembali. "Kami minta Dinas Pendidikan untuk membenahi sistem di sekolah agar kasus seperti ini tidak terulang," ujarnya.
Menurut dia, persoalan perundungan harus terus mendapatkan tindaklanjut. Karena sebenarnya persoalan ini banyak terjadi di sekolah. "Dinas pendidikan agar segera mengadakan kegiatan untuk menggugah kesadaran seluruh siswa agar tidak terjadi di masa mendatang," kata dia.
Ia menambahkan, keberadaan CCTV di sekolah juga sangat penting. Namun, jangan hanya dilihat ketika ada masalah. Harus selalu di awasi. Sehingga, bisa dicegah hal-hal semacam itu. "Nanti di pasang CCTV tapi tidak diawasi juga sama saja. Harus ditempatkan petugas untuk mengawasi," pungkas dia.
Sebelumnya diberitakan, SAH, 8, siswa SD di Menganti harus mengalami kebutaan akibat ditusuk menggunakan tusukan bakso oleh kakak kelasnya.
Siswi kelas 2 SD di Menganti, Gresik ini menjadi korban kekerasan saat kegiatan lomba perayaan Agustusan di sekolahnya. Karena sedang ada lomba, semua siswa berada di luar kelas. Para murid sedang semarak merayakan Agustusan dengan lomba. “Disitu berbaur semua,” kata Samsul, orang tua SAH.
Seketika SAH ditarik oleh siswa lain yang diduga kakak kelasnya ke sebuah lorong. Lokasinya di antara ruang guru dan pagar sekolah. Tidak banyak orang di lokasi itu. Di lorong tersebut, korban dimintai uang jajan secara paksa.
Baca Juga: Dinas KBP3A Gresik Dampingi Psikologis Korban Siswi yang Matanya Dicolok Tusukan Bakso di Menganti
"Karena tidak mau, wajah anak saya ditutupi tangan kemudian tusuk bakso itu dicolok-colokan dari atas kebawah di bagian mata kanan anak saya," jelas Samsul.
Mendapat perlakuan itu, lanjut Samsul, putrinya yang ketakutan lari dan membasuh matanya dengan air. Tak disangka darah keluar dari mata kanan SAH. Kemudian putrinya mengusap matanya yang berdarah dengan seragam.
Pihaknya langsung merujuk putrinya ke Rumah Sakit Cahaya Giri Bringkang Menganti. Lalu dirujuk lagi oleh RS tersebut ke, RSSM Jawa Timur. Setelah itu dirujuk ke RS dr Soetomo Surabaya dan dinyatakan mengalami kebutaan. "Saya tidak terima dan malaporkan ke pihak Polres Gresik,"katanya. (rof/han)
Editor : Hany Akasah