GRESIK - Siswi SDN Menganti yang menjadi korban kekerasan oleh kakak kelas mendapat pendampingan psikologis dari Dinas KBPPA Kabupaten Gresik.
Sebelumnya, mata siswa berinisial SAH yang masih duduk di kelas 2 SDN Randupadangan Kecamatan Menganti dicolok dengan tusukan bakso oleh kakak kelasnya saat berada di sekolah.
Selain kekerasan fisik hingga mengalami kebutaan. Korban sering dibullying bahkan dari pengakuan sang ayah, SAH sering dimintai uang oleh kakak kelasnya.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A), dr Titik Ernawati mengatakan pihaknya sudah melakukan pendampingan mulai laporan yang masuk tanggal (4/9).
" Dengan adanya laporan tersebut pihak kami melakukan assessment dan pendampingan dengan tim UPTD PPA dinas KBPPPA, " ujarnya, Minggu (17/9).
Ditambahkan, hari Senin (18/9) pihaknya ada jadwal ulang pendampingan psikologis klinis yang khusus korban.
" Terkait kondisinya korban masih lelah karena sering ditanya tetangga dan media dan butuh waktu rehat dan untuk trauma psikologis nya harus dipulihkan," jelasnya.
Selain korban apabila dari pihak pelaku yang juga anak -anak apabila telah ketemu juga berkewajiban mendampingi, karena semua anak - anak baik korban dan pelaku harus dilindungi menurut amanah undang - undang.
" Apabila ada anak yang berhadapan dengan hukum ada perlindungan juga membutuhkan bantuan hukum, " tuturnya.
Untuk sekolah, tim akan turun memberikan sosialisasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan murid dan wali murid terkait satuan pendidikan Ramah Anak (SRA) sudah gencar melakukan itu ke sekolah - sekolah bahkan bersama pak bupati dan ibu Wabup.
" Akan tetapi ya masih ada kekerasan pada anak terjadi di sekolah. Kami akan terus koordinasi dan kolaborasi dengan dinas pendidikan dan lintas sektor lainnya," pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah