BAWEAN - Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Melakukan Sosialisasi Branding dan Pemasaran di Dusun Teluk Emur, Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak,Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Hari Selasa (12/09).
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh 17 orang warga Dusun Teluk Emur yang terdiri dari Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, Tokoh Masyarakat serta 13 orang Pelaku UMKM.
Ketua Kelompok 18 KKN Mahasiswa UMG, Diaur Rahman mengatakan bahwa sosialisasi branding dan pemasaran ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar produk di desa dapat lebih mudah dikenali oleh konsumen dan memiliki identitas serta ciri khas tersendiri dalam pemasarannya.
Ditambahkannya pula, terkait dengan pemasarannya agar produk milik warga Dusun Teluk Emur memiliki nilai yang tinggi atau kepuasan di mata konsumen, menjadi latar belakang Kelompok 18 KKN Mahasiswa UMG memilih program kerja sosialisasi tentang brending dan pemasaran produk UMKM.
Yudi Rusmayadi, selaku Kepala Dusun Teluk Emur menuturkan bahwa semua warga disini sangat antusias dengan hadirnya Kelompok 18 KKN Mahasiswa UMG dikarenakan UMKM Teluk Emur Banyak yang belum memiliki logo serta label pada produk yang dijual.
"Selama ini mereka hanya mengemas produknya dan menjualnya hanya didaerah pulau bawean saja" Ujar Yudi Rusmayadi.
Kelompok 18 KKN Mahasiswa UMG juga mengajarkan kepada 13 Orang pelaku UMKM di Dusun Teluk Emur mengenai metode penjualan melalui e-commerce seperti penjualan melalui sosial media Instagram dan WhatsAppBusiness supaya target pasar semakin luas dan penjualan produknya juga banyak diketahui orang yang tidak hanya di lingkup pulau bawean saja.
Dalam kegiatan tersebut, seorang peserta UMKM bertanya mengenai branding dan meminta pendampingan untuk pembuatan logo dikarenakan peserta tersebut memiliki produk yang bisa di pasarkan lebih luas.
Lalu salah satu anggota Kelompok 18 KKN Mahasiswa UMG menjawab untuk pembuatan logo produk, mereka (Kelompok 18 KKN Mahasiswa UMG- red) harus mengetahui terlebih dahulu bentuk produk yang dipasarkan seperti apa, setelah itu baru bisa dibuatkan logonya.
adapun pertanyaan lain dari peserta UMKM mengenai pemasaran yang bisa terus berkelanjutan.
"kami (Kelompok 18 KKN Mahasiswa UMG- red) akan membimbing bapak dan ibu selaku pelaku UMKM Dusun Teluk Emur mulai dari roses pemasaran sampai tebentuknya akun media sosial dan akan kami bimbing cara penggunaannya sehingga Bapak dan Ibu bisa mahir menggunakannya" Ujar salah satu anggota Kelompok 18 KKN Mahasiswa UMG.
Dengan adanya Pelatihan Branding Sosial Media dan Pemasaran produk UMKM di Dusun Teluk Emur, Kelompok 18 KKN Mahasiswa UMG berharap dapat membantu para pelaku UMKM mengenai khususnya dalam hal branding dan pemasaran produk yang sudah ada sebelumnya.
"Kedepan, kami harap akan ada yang melanjutkan kembali di desa Kepuh Teluk, Bawean karena disini banyak pelaku UMKM yang bergerak dalam barang maupun Jasa yang produknya berpotensi tinggi dan banyak yang belum tersentuh." Pungkas Diaur Rahman, Ketua Kelompok 18 KKN Mahasiswa UMG. (*)
Editor : Hany Akasah