Dengan latar belakang tersebut, tujuh mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Adibuana Surabaya menggagas program kerja di Banyuurip sejak 12 Desember 2022 lalu hingga 14 Januari 2023. Salah satunya dengan mendirikan papan plang nama pemasangan papan plang bertuliskan “Sentra Bisnis Kerupuk Pati”, untuk meningkatkan potensi produsen kerupuk pati singkong.
Ketua kelompok KKN Muhammad Wahyu Faizin menuturkan tujuan pendirian plang nama itu untuk memberikan informasi, serta sebagai bentuk media pemasaran secara langsung kepada masyarakat umum bahwa di desa Banyuurip terdapat produsen kerupuk pati singkong.
“Kami berharap pendirian papan plang ini juga memotivasi warga untuk terus mengembangkan bisnis kerupuk pati yang sudah turun temurun,” kata Wahyu.
Menurutnya, kerupuk pati singkong ini merupakan bisnis dengan jumlah produsen minim meski menjadi bisnis turun menurun oleh keluarga. Untuk itu kelompok KKN berfokus membantu bisnis ini agar tetap berjalan.
Sementara itu salah satu warga, Purwanto mengungkapkan dengan adanya plang nama membuat pengusaha kerupuk pati singkong di Dusun Miru sangat terbantu.
“ Saya berharap dengan adanya plang ini dapat membuat bisnis kerupuk pati lebih mudah dikenal masyarakat, baik dari Desa Banyuurip sendiri maupun masyarakat luas,” terangnya.
Selama ini potensi perkembangan penjualan krupuk pati Dusun Miru cukup berjalan dengan stabil sesuai dengan permintaan pasar. (Rir/han) Editor : Hany Akasah