RADAR GRESIK - Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dalam rangka Wisuda ke-49 di Kartini Ballroom menyisakan banyak cerita haru dan membanggakan.
Dari total mahasiswa yang dinyatakan lulus pada periode ini mencapai 778 orang dari berbagai fakultas yaitu pertanian, ekonomi dan bisnis, keguruan dan ilmu pendidikan, agama islam, teknik, psikologi, hukum, kesehatan dan program pascasarjana.
Sebanyak 646 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda secara langsung, sementara sisanya merupakan wisudawan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Pengukuhan wisuda yang dilakukan pada hari Kamis (24/09), terselip kisah perjuangan luar biasa dari para wisudawan yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi maupun jarak geografis bukanlah halangan untuk menggapai mimpi tertinggi.
Baca Juga: Siap Kerja di Era Global, Lulusan Wisuda ke-49 UMG Kantongi Peluang Karier Lewat Kolaborasi PT STL
Di tengah riuhnya suasana bahagia para wisudawan, nama Putri Novi Rismatullah bersinar terang.
Lulusan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini berhasil dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,99.
Di balik prestasi akademiknya yang gemilang, Putri menyimpan kisah perjuangan yang menyentuh hati.
Ia merupakan anak seorang penjual nasi di pinggir jalan yang harus berjuang ekstra di tengah keterbatasan finansial.
Namun, tekad baja membawanya melampaui segala rintangan hingga berhasil mengenakan toga kehormatan. Dalam pidatonya sebagai wisudawan terbaik, ia menyampaikan pesan mendalam bagi siapa saja yang tengah berjuang melawan keterbatasan.
“Saya belajar bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Hari ini menjadi bukti bahwa siapapun kita, di mana latar belakang apapun kita, kita berhak memiliki mimpi dan berjuang mewujudkannya.” ucap Putri.
Kisah inspiratif lainnya juga datang dari Indonesia bagian timur. Ernes Kayame, seorang pemuda yatim piatu asal Papua dari program studi yang sama, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Kisah perjalanan hidup Ernes Kayame adalah potret nyata tentang keteguhan hati yang mampu meruntuhkan segala batasan geografis dan ekonomi.
Berasal dari sebuah kampung Ideduwa di pelosok Papua, tepatnya di Papua Tengah Kabupaten Dogiyai, Distrik Piyaiye di mana fasilitas pendidikan sangat terbatas dan sekolah dasarnya hanya sampai kelas tiga saja.
Ernes menyimpan sebuah mimpi besar untuk mengubah masa depan tanah kelahirannya. Tekadnya kian bulat karena di kampungnya baru ada satu orang lulusan sarjana pendidikan namun saat ini orang tersebut sudah meninggal, dan Ernes kini merupakan lulusan sarjana pendidikan kedua di tanah kelahirannya.
Peluang emas itu datang tanpa diduga ketika ia bertemu dengan Faris, seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Tanpa memiliki ponsel pintar untuk mencatat, Ernes menuliskan nomor kontak Faris di selembar kertas kecil dan menyimpannya di dalam tas.
Berbekal tekad kuat, ia meminjam ponsel orang lain untuk menghubungi sang dosen keesokan harinya, lalu mengumpulkan berkas-berkas pendaftaran berkat bantuan seorang temannya yang bernama Nizar.
Perjuangan Ernes untuk menuntut ilmu di tanah Jawa tidaklah mudah. Ia harus berjuang mencari biaya sendiri untuk membeli tiket kapal laut dari Nabire menuju Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Meski harus menempuh perjalanan laut yang panjang dan penuh ketidakpastian, ia akhirnya tiba dengan selamat dan disambut langsung oleh Faris di pelabuhan.
Berkat dukungan beasiswa penuh yang diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) sejak semester pertama hingga akhir, Ernes berhasil membuktikan keseriusannya. Ia sukses merampungkan kuliah di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan IPK yang membanggakan, yakni 3,37.
Kini, setelah resmi diwisuda, Ernes berencana segera kembali ke Papua untuk mendedikasikan ilmu yang didapatnya bagi anak-anak di kampung halamannya. Melalui perjalanan hidupnya, ia menitipkan pesan penuh makna bagi generasi muda di daerah.
"Jadi teman-teman di luar sana, kalau kita belajar dengan serius, kita pasti bisa meraih apa yang kita perjuangkan. Jadi teman-teman jangan lupa belajar, jangan lupa berjuang, hasil pasti ada." pesan Ernes.
Kehadiran sosok seperti Putri dan Ernes menjadi bukti nyata bahwa UMG tidak hanya sukses melahirkan lulusan secara kuantitas dengan meluluskan 778 mahasiswa pada periode ini tetapi juga konsisten mencetak insan-insan berkemajuan yang siap memberikan solusi nyata bagi masyarakat luas, sejalan dengan komitmen institusi dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak bangsa. (nov/han)
Sumber : Radar Gresik