RADAR GRESIK - Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia sebagai negara dengan tingkat fatherless tertinggi setelah Amerika dan Inggris (worldmetrics.org report 2024). Fenomena itu karena berbagai faktor, termasuk tekanan ekonomi, budaya patriarki, dan tingginya angka perceraian. Padahal, Ayah punya peran penting membentuk karakter dan kepribadian anak perempuan, termasuk menjadikan perempuan sehebat Kartini.
Beberapa peran ayah yang dapat membantu membentuk perempuan sehebat Kartini bisa dengan mendukung Pendidikan, yakni dengan mendorong anak perempuan untuk berpendidikan, dimana ayah dapat mendorong anak perempuan untuk mengejar pendidikan yang tinggi dan memberikan dukungan untuk mencapai tujuan akademisnya. Ayah dapat membantu mengembangkan keterampilan anak perempuan, seperti keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi yang efektif.
Ayah memiliki peran membangun karakter dengan mengajarkan nilai-nilai moral. Seorang ayah dapat mengajarkan nilai-nilai moral yang penting, seperti kejujuran, integritas, dan empati, untuk membantu membentuk karakter anak perempuan. Ayah bisa mengembangkan kepercayaan diri anak perempuan dengan memberikan dukungan dan motivasi untuk mencapai tujuan dan mengatasi tantangan.
Tak hanya itu, seorang ayah bisa menjadi role model dengan menjadi contoh yang baik bagi anak perempuan dengan menunjukkan perilaku yang positif, seperti kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab. Ayah juga bisa mengembangkan hubungan yang baik dengan anak perempuan melalui menunjukkan kasih sayang, empati, dan dukungan.
Yang terakhir, Ayah bisa mendukung kemandirian, yakni membantu mengembangkan kemandirian anak perempuan dengan memberikan kesempatan untuk membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab. Serta dapat mendorong anak perempuan untuk berani mengambil risiko dan mencoba hal-hal baru untuk mengembangkan keterampilan dan kepercayaan dirinya.
Dengan memahami peran ayah dalam membentuk perempuan sehebat Kartini, kita dapat membantu anak perempuan kita menjadi lebih percaya diri, mandiri, dan berprestasi. Ayah dapat berperan sebagai pendukung, mentor, dan role model bagi anak perempuan untuk membantu mereka mencapai potensi penuhnya. (*)
Editor : Hany Akasah