RADAR GRESIK - Sudah sejak 2011, Vivin Luthfyah, S.Pd., seorang sosok inspiratif telah mengabdikan diri di dunia pendidikan, khususnya di tingkat Taman Kanak-kanak (TK). Sebagai Wakil Kepala Sekolah (Waka) TK YIMI, perempuan berusia 34 tahun ini telah banyak memberikan kontribusi dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi anak-anak usia dini.
Lahir dan besar di Bedanten Bungah, Vivin mengungkapkan bahwa mengajar anak usia dini adalah sebuah tantangan tersendiri.
"Mengenal karakteristik setiap anak adalah kunci utama dalam mendidik mereka. Menurutnya, perkembangan anak usia dini meliputi lima aspek penting, yaitu agama, emosional, kognitif, fisik motorik, dan bahasa," ujarnya.
Meskipun latar belakang pendidikannya adalah Sastra Inggris, Vivin merasa tertarik dengan dunia anak-anak. "Bersama anak-anak, saya selalu mendapatkan pelajaran baru. Karakteristik mereka yang beragam menuntut saya untuk terus belajar dan mengembangkan metode pembelajaran yang efektif," tuturnya.
Vivin juga menekankan pentingnya menanamkan sikap positif pada anak-anak. Baginya seorang pendidik, harus bisa mengontrol emosi dan perasaan saya agar dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Bahkan, Vivin juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial di kampungnya, seperti membangun taman baca di Rumah Cendekia.
Selama berkarier sebagai pendidik, Vivin telah berhasil mengantarkan anak didiknya meraih berbagai prestasi, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Prestasi tersebut meliputi lomba bercerita, hafalan surah pendek, hafalan doa, hingga tari kreasi.
Vivin juga dikenal sebagai sosok yang inovatif. Ia terus berupaya untuk mengembangkan pendidikan holistik yang berorientasi pada kebutuhan anak. Salah satu fokusnya adalah memupuk suasana belajar bahasa Inggris yang menyenangkan bagi anak-anak.
Sebagai seorang pendidik, Vivin tentu saja pernah menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah menangani anak yang sedang tantrum. "Dalam situasi seperti itu, kita perlu memberikan perhatian ekstra dan membimbing anak agar dapat mengontrol emosinya," ungkapnya.
Vivin berharap anak didiknya kelak dapat menjadi pribadi yang sukses, membanggakan keluarga, dan bermanfaat bagi masyarakat. "Saya ingin mereka memiliki ilmu yang bermanfaat dan dapat membawa nama baik sekolah," ujarnya.
Saat ini, Vivin sedang menjalani proses ujian profesi guru (PGG). Keinginannya untuk terus belajar dan mengembangkan diri menunjukkan dedikasinya yang tinggi terhadap dunia pendidikan. (rir/han)
Editor : Hany Akasah