RADAR GRESIK - Keinginannya melestarikan pakaian kebaya mengantarkan Ika Yuliati, gadis 29 tahun asal Menganti mengikuti ajang pemilihan Puteri Kebaya Jawa Timur 2024. Sarjana manajemen Universitas Bhayangkara Surabaya itu berhasil mencuri perhatian di ajang tersebut dan berhasil menyabet runner up.
Dalam perjalanannya, Ika melewati berbagai tahapan seleksi yang cukup ketat, mulai dari audisi, unjuk bakat, hingga karantina. Selain itu juga harus mengikuti proses seleksi dari audisi pertama dengan tes modeling catwalk dan wawancara.
Pada tahap berikutnya Ika mengikuti tes unjuk bakat dan membuat video profil yang berisi latar belakang keluarga, pekerjaan, dan pendidikan, serta video catwalk yang dapat diakses publik.
“Ada juga tahap advokasi, di mana peserta harus merancang program kerja nyata untuk mempromosikan budaya kebaya kepada masyarakat. Program ini meliputi kegiatan langsung seperti mengajak Karang Taruna, ibu-ibu PKK, dan warga sekitar untuk mengenal lebih dekat berbagai jenis kebaya, kain, serta model kebaya,” tutur Ika.
Ika termotivasi terus berjuang dan tidak pernah menyerah. Baginya prestasi hebat tidak diraih dalam sekejap mata. Setiap detik penampilan yang memukau adalah hasil dari tahunan latihan keras.
"Saya sangat menikmati setiap prosesnya. Dari awal audisi hingga grand final, saya mendapatkan pengalaman yang tak ternilai. Selain menambah wawasan, saya juga berkesempatan bertemu dengan banyak orang-orang hebat," ungkap Ika.
Ika tidak hanya menampilkan pesonanya dalam balutan kebaya, tetapi menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian budaya Indonesia. Ia telah menyusun program kerja nyata untuk memperkenalkan kebaya kepada generasi muda.
"Saya ingin memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian kebaya. Bagi saya kebaya tidak hanya sebagai pakaian, tetapi juga sebagai identitas bangsa," tegas Ika. (rir/han)
Editor : Hany Akasah