"Kebutuhan peserta didik terus berkembang seiring dengan perkembangan di masyarakat. Maka sekolah mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan modalitas siswa sehingga mereka dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut," ujar Nurul Wafiyah.
Salah satu pengalaman yang dilakukan Nurul adalah dengan membentuk komunitas Smanema Youth Infliencer (SYI) dan Sahabat perpusnema. Komunitas ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi dan karakter siswa. Melalui komunitas ini, siswa dapat mengembangkan rasa, karsa, dan karyanya secara maksimal. Mereka juga dapat belajar untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri.
"Salah satu kegiatan yang baru ialah Gebyar Literasi 2023 untuk meningkatkan kemampuan berliterasi siswa. Juga ada library camp 2024 yang bertujuan menyiapkan siswa untuk dapat mendukung program gerakan literasi sekolah dengan berbagai program pengembangannya," ujarnya.
Inovasi tersebut telah memberikan dampak positif bagi penguatan student agency, dimana anak memiliki kesempatan yang luas untuk bersuara, terlibat aktif dalam berkegiatan, dan menguatnya rasa memiliki terhadap setiap aktifitas yang dia lakukan. (rir/han)
Editor : Hany Akasah