Pria 28 tahun itu menyampaikan keluh kesahnya melihat banyaknya remaja Gresik yang kurang mengerti pentingnya belajar hukum. Berangkat dari kerisauan inilah dirinya akhirnya mewakafkan sebuah rumah untuk menjadi warung bantuan hukum.
"Lembaga yang saya dirikan sejak 2021 ini sebenarnya saya khususnya untuk membantu orang-orang yang tidak mampu dalam berperkara," ujar pria yang kini sedang menempuh program Magister Hukum di UBHARA Surabaya itu.
Baca Juga : Fatah Yasin Tak Henti Kenalkan Tradisi dan Budaya Gresik ke Luar Kota
Dikatakan, seiring berjalannya waktu kasus yang dia tangani semakin banyak dan beragam. Salah satunya dengan cara melakukan roadshow ke warung kopi di kota Santri untuk mengajak para remaja di Gresik melek hukum.
"Saya berencana ingin membuka kajian hukum di warung-warung kopi di Gresik. Nanti siapapun boleh datang untuk menanyakan berbagai persoalan hukum yang pernah atau sedang dihadapi. Harapan saya kedepan semakin banyak remaja Gresik yang mengerti tentang sebuah produk hukum sekalipun tidak sedang bersekolah dibidang ini," pungkasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah