Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bukan Sekadar Lampion, Damar Kurung Gresik Kini Bertransformasi Jadi Mainan Edukatif untuk Gen Z

Fajar Yuliyanto • Selasa, 23 Desember 2025 | 03:32 WIB
DEKATKAN: Inovasi Damar Kurung dalam bentuk edutoys yang dirancang untuk mendekatkan warisan budaya Gresik kepada generasi muda dan Gen Z.
DEKATKAN: Inovasi Damar Kurung dalam bentuk edutoys yang dirancang untuk mendekatkan warisan budaya Gresik kepada generasi muda dan Gen Z.

RADAR GRESIK – Warisan budaya khas Gresik, Damar Kurung, terus bergerak mengikuti arus zaman. Tidak lagi sekadar lampion tradisional yang menghiasi sudut kota, kini Damar Kurung bertransformasi menjadi mainan edukatif (edutoys) yang dirancang khusus untuk memikat hati generasi muda, terutama Gen Z.

Inovasi luar biasa ini diperkenalkan melalui perhelatan akbar Festival Generasi Muda Akbar Damar Kurung (Gemar) yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang telah berjalan sejak September 2025.

Festival Gemar menyuguhkan berbagai atraksi seni yang memukau, mulai dari pertunjukan tari hingga pagelaran teatrikal. Salah satu sorotan utama adalah penampilan epik kisah "Timun Mas" oleh siswa SMAN 1 Gresik, yang dikemas unik dalam visual dua dimensi khas gaya lukis Damar Kurung.

Ketua Gemar sekaligus awardee PISN Kemdikbudristek 2025, Aniendya Christianna, menjelaskan bahwa peluncuran edutoys Damar Kurung dalam skala mini (meja) maupun besar (panggung) bertujuan untuk menghapus sekat antara tradisi dan anak muda.

“Kami ingin generasi muda tidak merasa berjarak dengan Damar Kurung. Melalui mainan edukasi ini, budaya kita terasa lebih dekat, relevan, dan sesuai dengan perkembangan zaman mereka,” ujar Aniendya.

Budayawan Gresik sekaligus pendiri Yayasan Mata Seger, Kris Adji AW, menekankan bahwa inovasi adalah kunci agar budaya tidak "lapuk" ditelan masa. Ia mengingatkan bahwa Damar Kurung memiliki keunikan yang tidak dimiliki budaya lain di dunia.

“Damar Kurung adalah satu-satunya lampion di dunia yang bercerita. Jika kita hanya terpaku pada status warisan budaya tak benda nasional tanpa adanya lompatan inovasi, lama-lama identitas ini bisa hilang,” tegas Kris Adji.

Hadirnya edutoys ini diharapkan menjadi media kreatif yang mendorong anak-anak untuk berkarya sekaligus memahami nilai-nilai luhur Gresik melalui permainan. Langkah ini juga menjadi bagian dari gerakan masif untuk membawa Damar Kurung ke kancah internasional.

“Tujuan besar kita adalah pengakuan UNESCO. Tahun ini, identitas visual Damar Kurung juga sudah merambah ke ruang publik, seperti poster di pos-pos Nataru. Dengan modernisasi ini, Damar Kurung akan tetap relevan dan dicintai oleh lintas generasi,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Gen Z #Damar Kurung #gresik #GNI #Budaya