RADAR GRESIK - Dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia yang jatuh pada 22 November, puluhan siswa MTs Ma’arif Sidomukti bersama komunitas lingkungan Earth Hour (EH) Gresik menggelar aksi cabut paku pada pohon di sepanjang Jalan Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Kegiatan ini bertujuan menyelamatkan pohon-pohon yang selama ini menjadi sasaran pemasangan paku, staples, dan poster oleh masyarakat.
Ketua Earth Hour (EH) Gresik, M Zubai, mengatakan bahwa siswa dan relawan telah berkeliling menyusuri jalur tersebut sambil membawa perlengkapan seperti tang, sarung tangan, dan kantong sampah.
"Mereka mencabut satu per satu paku, staples, dan benda-benda logam lain yang tertancap di batang pohon," ujarnya, Minggu (23/11).
M. Zubaidi menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa pohon adalah makhluk hidup yang perlu dijaga. Ia menekankan bahwa memaku pohon akan berdampak buruk terhadap keseimbangan lingkungan.
Dampak Negatif Memaku Pohon meliputi bisa membuat kambium pohon rusak, pohon rentan terserang penyakit, serta berpotensi menyebabkan kematian pada pohon.
Adrian, salah seorang pembina Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti, menuturkan bahwa pohon yang dipaku dapat lebih cepat keropos dan berpotensi rapuh hingga sewaktu-waktu tumbang, yang tentunya dapat membahayakan pengguna jalan.
"Hanya dalam waktu dua jam, kami mendapatkan sebanyak 7 kilogram paku yang menancap di pohon-pohon," ucapnya.
Lebih lanjut, Adrian mengungkapkan bahwa seluruh paku dan benda logam yang berhasil dicabut kemudian dikumpulkan dan dijual. Hasil penjualannya akan dibelikan bibit pohon yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar.
"Sebagai bentuk kampanye tentang cinta lingkungan, kami ingin menanamkan kepedulian sejak dini. Anak-anak tidak hanya tahu teori, tetapi juga terjun langsung melakukan aksi nyata,” ungkapnya.
Sementara itu, Caramel, salah satu relawan EH Gresik, menambahkan bahwa aksi cabut paku ini juga bertujuan menjaga kualitas udara di wilayah Gresik.
Pohon yang rusak akibat paku memiliki kemampuan yang lebih rendah dalam memproduksi oksigen, dan jika kondisi ini dibiarkan, keseimbangan lingkungan terancam.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar. Pohon bukan papan reklame. Ia pancarkan jauh lebih penting yaitu oksigen yang kita hirup setiap hari daripada sinyal wifi. Oksigen memberi manfaat besar bagi kehidupan kita,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Earth Hour Gresik, aktivis lingkungan, dan para pecinta alam di Gresik kembali menegaskan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat pohon sebagai penyangga kehidupan. (yud/han)
Editor : Hany Akasah