RADAR GRESIK – Langit di atas persawahan Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, kembali dihiasi oleh puluhan layangan hias dan layangan naga raksasa.
Sebanyak 70 tim dari berbagai daerah antusias meramaikan festival layang-layang tahunan ini, meskipun sempat terkendala cuaca.
Kepala Desa Dohoagung, Waskito Adi, menjelaskan bahwa faktor cuaca yang kurang mendukung membuat festival tahun ini hanya digelar dalam skala provinsi.
“Yang biasanya itu nasional, internasional, kendala cuaca sehingga kita mengadakan tingkat provinsi saja. Walaupun cuaca yang tidak bersahabat, tentunya para pelayang antusias tetap mengikuti kegiatan festival di Desa Dohoagung ini,” katanya.
Festival ini menampilkan berbagai macam layangan, mulai dari layangan hias hingga jenis naga dengan ukuran bervariasi.
Peserta yang hadir tidak hanya dari Kabupaten Gresik, tetapi juga dari luar daerah seperti Mojokerto, Tuban, Malang, hingga luar provinsi seperti Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.
Waskito Adi berharap festival ini akan menjadi sebuah ikon di Desa Dohoagung, mengingat penyelenggaraan acara serupa tidak banyak digelar di Provinsi Jawa Timur.
“Dengan adanya festival ini, warga bisa berjualan di lokasi menghidupkan perputaran perekonomian desa,” jelasnya.
Salah satu peserta asal Kabupaten Sleman, Dendi Dermawan Juni Dianta, mengaku sudah ketiga kalinya mengikuti festival di Desa Dohoagung.
Ia dan timnya membawa empat jenis layang-layang, termasuk bentuk tradisional dan dua layangan naga.
Dendi mengakui bahwa festival tahun ini cukup menantang karena harus menerbangkan layang-layang di tengah cuaca gerimis.
Baca Juga: Ini Wasiat menyentuh Dalang Kondang Ki Anom Suroto untuk Anak-anaknya, Pelawak Kirun Menangis
“Walaupun cuaca sedikit gerimis, tapi alhamdulillah angin sore sudah datang dan layangan juga sudah bisa terbang,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah