Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kabupaten Gresik Miliki Komunitas Mengaji Isyarat, Cahaya Al-Qur'an dalam Gerak

Novia Andriyani • Rabu, 18 Juni 2025 | 15:25 WIB
CIPTAKAN OASE SPIRITUAL : Dengan isyarat, kalam ilahi kini semakin mudah dijangkau, menumbuhkan cinta dan pemahaman.
CIPTAKAN OASE SPIRITUAL : Dengan isyarat, kalam ilahi kini semakin mudah dijangkau, menumbuhkan cinta dan pemahaman.

RADAR GRESIK - Di tengah hiruk pikuk kehidupan, seringkali kita lupa bahwa cahaya kebaikan dapat hadir dalam berbagai bentuk. Di Kabupaten Gresik, cahaya itu berpendar begitu terang melalui inisiatif luar biasa yang menyatukan hati, semangat, dan keimanan.

Komunitas Mengaji Isyarat Bersama Teman Tuli dan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik yang bertempat di Aula Lantai 2 Pusat Layanan Terpadu(PLT) ‘Aisyiyah Kabupaten Gresik, Jalan Ikan Gurami Nomor 4 BP Kulon ini bukan sekadar perkumpulan, melainkan sebuah oase spiritual yang membuktikan bahwa keterbatasan indera bukanlah penghalang untuk mendekat pada kalam ilahi.

Dahulu, akses teman-teman tuli terhadap pemahaman Al-Qur'an begitu terbatas. Mereka seolah terpisah dari lautan ilmu agama yang begitu luas. Namun, semangat kolaborasi antara PDA Gresik bersama komunitas teman tuli telah meruntuhkan sekat-sekat itu.

Kini, di sebuah ruangan yang penuh kehangatan, Al-Qur'an tidak hanya dibaca dengan lantunan suara, tetapi juga diisyaratkan dengan gerak tangan yang penuh makna. Setiap gerakan jemari adalah untaian ayat suci, setiap ekspresi adalah penjelasannya.

Melihat teman-teman tuli dengan khusyuk mengikuti setiap isyarat, mata mereka berbinar, hati mereka terpaut pada makna-makna agung, sungguh pemandangan yang mengharukan. Mereka bukan hanya belajar, tetapi juga menemukan diri mereka dalam ayat-ayat Allah.

Ini adalah manifestasi nyata dari firman-Nya : "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami pula yang memeliharanya." (QS. Al-Hijr: 9).

Pemeliharaan itu tidak hanya melalui tulisan, tetapi juga melalui adaptasi, agar setiap jiwa, tanpa terkecuali, dapat merasakan sentuhan hidayah-Nya.

Innik Hikmatin.,S.Pd,M.PdI selaku Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Gresik menuturkan bahwa komunitas mengaji isyarat adalah bukti nyata inklusivitas dan kepedulian, PDA Gresik membuka pintu selebar-lebarnya, menyambut teman-teman tuli sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar dakwah, para pengajar yang sabar dan penuh dedikasi, serta relawan yang tulus, menjadi jembatan bagi ilmu yang tak terhingga. Dan memastikan bahwa setiap huruf, setiap ayat, dapat dijangkau dan dipahami, bahkan tanpa mendengar.

MANGAJI AL-QUR
MANGAJI AL-QUR

“Lebih dari sekadar belajar membaca Al-Qur'an, komunitas mengaji isyarat telah menjadi wadah silaturahmi, penguatan mental, dan sumber inspirasi. Di sini, tidak ada perbedaan. Semua adalah satu, bersatu dalam niat tulus untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ini adalah gambaran sebuah masyarakat yang ideal, di mana setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih kebaikan, untuk mendapatkan petunjuk, dan untuk merasakan kedamaian dari Al-Qur'an.” Jelas Innik Hikmatin pada pertemuan kedua komunitas mengaji isyarat, minggu (15/06).

Gresik patut berbangga memiliki komunitas inisiatif semacam ini yang menjadi contoh nyata bagaimana semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat melahirkan perubahan yang monumental.

“Semoga komunitas ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk meluaskan kebermanfaatan Al-Qur'an, hingga setiap hati dapat tersentuh oleh cahayanya, baik melalui suara maupun gerak isyarat,” Harap Innik. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
#Al-Qur'an #Innik Hikmatin #PDA Gresik #Teman tuli #mengaji isyarat #Aisyiyah #komunitas