RADAR GRESIK - Puspa Pinatih, lembaga pemberdayaan perempuan, bekerja sama dengan Rutan Gresik untuk memberikan pelatihan anyaman tas jali kepada para warga binaan perempuan. Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan keterampilan para narapidana, sehingga mereka dapat memiliki penghasilan setelah bebas dari masa tahanan.
Ketua Puspa Pinatih, Riyadlotus Sholichah mengatakan, pelatihan itu merupakan langkah awal yang penting dalam upaya memberdayakan perempuan yang sedang menjalani masa pidana. "Kami ingin memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan diri dan memiliki keterampilan yang bernilai ekonomis," ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan para narapidana perempuan dapat memproduksi berbagai jenis tas anyam jali yang memiliki nilai jual tinggi. Dengan demikian, mereka dapat memasarkan produknya dan mendapatkan penghasilan tambahan.
Kepala Rutan Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho, menyambut baik inisiatif ini dan berharap dapat meningkatkan produktivitas dan kemandirian para warga binaan.
Pemerintah Kabupaten Gresik, melalui Dinas KBPP dan PA, juga memberikan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan narapidana perempuan ini. Kepala Dinas KBPP dan PA, Titik Ernawati, berharap keterampilan anyam tas jali dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan para narapidana setelah mereka bebas.
Kepala Rutan Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho berharap agar pelatihan ini mampu meningkatkan produktivitas dan kemandirian para warga binaan wanita.
"Menindaklanjuti atensi Presiden melalui Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, bapak Agus Andrianto perihal beberapa akselerasi program yang perlu dilaksanakan, di antaranya pemberdayaan warga binaan dalam mendukung program ketahanan pangan, penguatan dan peningkatan pendayagunaan untuk menghasilkan produk UMKM hingga peran sinergitas dengan stakeholder," pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah