RADAR GRESIK - Di tengah hiruk pikuk perumahan modern, tersembunyi sebuah oase hijau yang begitu mempesona. Kampung Toga 007 di RW 07 Desa Suci, Perumahan Pongangan Indah (PPI), berhasil memukau para juri dalam lomba antar RW, Senin (7/10).
Taman obat keluarga (TOGA) yang dikelola oleh ibu-ibu PKK ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan masih sangat kental di masyarakat.
Terletak di Pertigaan jalan Pinang dan jalan Nipah dengan luas total 87 meter persegi, Kampung Toga 007 menawarkan keanekaragaman hayati yang menakjubkan. Lebih dari 146 jenis tanaman obat dengan jumlah mencapai 677 tanaman tumbuh subur di sini.
Mulai dari tanaman herbal yang biasa digunakan untuk pengobatan tradisional hingga tanaman buah-buahan, semuanya tertata rapi dan asri.
Kampung Toga 007 bukan hanya sekadar taman. Tempat itu menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Adanya pojok baca dengan koleksi buku tentang tanaman obat semakin memperkaya pengetahuan pengunjung. Tak hanya itu, hasil panen tanaman obat juga diolah menjadi berbagai produk kreatif oleh UMKM warga.
Mulai dari minuman sehat seperti jamu, kunyit asem, hingga makanan ringan seperti pizza dengan topping tanaman liar dan getas lidah buaya.
Umaya, salah satu juri yang juga merupakan ASN Dinas Lingkungan Hidup Gresik, memberikan apresiasi tinggi terhadap Kampung Toga 007. Lingkungan RW 07 sangat peduli dengan tanaman obat.
"Saya juga menyarankan agar produk-produk UMKM yang dihasilkan dari tanaman toga dilengkapi dengan legalitas yang lengkap, mulai dari izin produksi hingga sertifikasi halal," ujarnya.
Keberadaan Kampung Toga 007 tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ibu-ibu PKK yang aktif dalam pengelolaan taman ini memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil penjualan produk-produk olahan tanaman obat. Selain itu, kegiatan bersama dalam mengelola taman juga dapat mempererat tali silaturahmi antar warga.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Sampah Novita memberikan pujian atas pengelolaan Kampung Toga 007.
"Administrasi mereka sangat lengkap, dan nuansa kekeluargaan terasa. Saya berharap agar semangat menjaga lingkungan ini terus berlanjut, bahkan setelah lomba usai," ungkapnya
Kampung Toga 007 menunjukkan inovasi dan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi alam.
Adanya barcode dan buku katalog tanaman memudahkan pengunjung mengenal berbagai jenis tanaman obat. Bahkan, 2021 taman TOGA ini pernah masuk 10 besar dalam lomba Ketan Pudak yang diikuti tiga kabupaten.
Adanya Kampung TOGA ini tak lepas dari dukungan para warga, terutama ketua RW 7, Agus Sriyanto menuturkan ide mendirikan Kampung Toga bermula dari keinginan warga untuk memiliki ruang hijau yang bermanfaat dan mempererat tali silaturahmi.
“Melihat potensi lahan kosong di Pertigaan jalan Pinang dan jalan Nipah, kami sepakat untuk mengubahnya menjadi taman obat keluarga. Saya sangat mengapresiasi kerja keras ibu-ibu PKK yang telah mencurahkan waktu dan tenaga untuk merawat dan mengembangkan Kampung Toga 007,"terangnya. (rir/han)
Editor : Hany Akasah