RADAR GRESIK - Beberapa waktu lalu, kampung sentra songkok Kemuteran mendapat perhatian khusus dari Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meresmikannya sebagai sentra industri kreatif. Peresmian itu menjadi angin segar bagi para pengrajin songkok di Kemuteran untuk membangkitkan semangat warga melestarikan tradisi dan mengembangkan usahanya.
Sebagian besar pengrajin songkok di Kelurahan Kemuteran berada di RW 1 Blandongan, Kelurahan Kemuteran. Banyak warga Kemuteran terutama di Blandongan yang terkenal dengan kerajinan songkoknya.
Hampir setiap rumah di kampung ini menjadi tempat produksi songkok, menandakan tradisi turun temurun yang telah diwariskan sejak lama. Para pengrajin di Kemuteran memiliki keahlian yang beragam dalam membuat songkok.
Salah satu pengrajin Jayadi mengaku, Gresik juga terkenal dengan songkok model aneka warnanya, termasuk songkok merah putih. Ada juga Didik, pengrajin yang membuat songkok dengan motif unik dari daur ulang, seperti motif batik, menggunakan batok kelapa, sisik bandeng, dan kulit simping. Selain itu, pengrajin songkok tenun di Kemuteran bernama Faishol. Dengan berbagai motif, Faishol membuat songkok sesuai pesanan konsumen.
“Para pengrajin songkok di Kemuteran bisa membuat berbagai ukuran, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Permintaan songkok biasanya meningkat pesat saat menjelang Ramadan dan Lebaran,” ujar Jayadi yang juga ketua RT di wilayah tersebut.
Menariknya, para pengrajin di Kemuteran tidak hanya terpaku pada model songkok tradisional. Mereka terus berinovasi dengan menciptakan model-model baru yang mengikuti tren terkini. Hal ini membuat songkok Kemuteran semakin diminati oleh berbagai kalangan.
Usaha para pengrajin songkok Kemuteran tak hanya berhenti di pasar lokal. Saat ini, mereka mulai merambah pasar global. Jayadi, misalnya, mengaku 80% pelanggannya adalah reseller yang memiliki toko online. Songkok Kemuteran telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara.
Pemerintah daerah turut mendukung upaya para pengrajin songkok Kemuteran untuk menembus pasar global. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan memfasilitasi pengrajin songkok untuk ekspor ke luar negeri, seperti songkok Angsa Emas milik Nur Mualidah Khasanah.
Lurah Kemuteran Rizal Ghithrif mengaku bahwa kampung sentra songkok Kemuteran memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Dengan tradisi turun temurun yang kuat, keahlian yang mumpuni, dan inovasi yang tiada henti, songkok Kemuteran siap untuk bersaing di pasar global.
“Kedepannya, para pengrajin di Kemuteran berencana untuk membuat tempat khusus display dan penjualan songkok. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik bagi para pembeli dan membuat kampung songkok Kemuteran semakin terkenal. Selain itu ada harapan juga untuk memiliki yang menghimpun seluruh produk kreasi warga terkait pemasaran baik online maupun ofline,” terangnya. (rir/han)
Editor : Hany Akasah