RADAR GRESIK - Terik matahari di pesisir pantai putih Pulau Noko, Bawean, tak menyurutkan langkah para wisatawan untuk mencicipi kuliner khas daerah ini. Diiringi desiran ombak yang menenangkan, hidangan lezat tersaji hangat dari rumah penduduk.
Jauh dari gempuran jajanan modern, hidangan yang disajikan tak kalah menggoda. Dalam sebuah sajian, tampak seekor ikan tongkol berukuran besar terpotong rapi menjadi tiga bagianyang terdiri dari kepala, badan tengah, dan ekor. Aroma harum pun merebak begitu menyengat, memadukan aroma khas kunir dan bawang yang begitu menggoda.
"Ini namanya kella celok atau ikan kuah kuning, Kalau di Daratan Gresik, mungkin namanya kello kuning" ujar Nur Mariyah, warga Desa Pudakit Timur, Bawean yang sedang berlibur bersama keluarganya di Pantai Noko.
Kella celok adalah hidangan tradisional khas Pulau Noko, Bawean yang disajikan dengan kuah kuning yang kaya rempah. Kuah kuning ini berasal dari kunir yang digeprek dan dimasak dalam air panas sehingga menghasilkan cita rasa yang begitu khas dan kaya rempah.
Lebih dari sekadar hidangan laut biasa, kella celok menjadi bukti kekayaan kuliner dan budaya Pulau Noko.
Sensasi rasa ikan tongkol yang gurih berpadu sempurna dengan kuah kuning yang kaya rempah, menjadikannya hidangan ini wajib dicoba bagi para pecinta kuliner yang berkunjung ke Bawean.
Nur Mariyah mengatakan, hampir seluruh warga di Bawean ketika makan menyajikan menu kella celok sebagai masakan favorit.
"Hampir semua Perempuan di Pulau Bawean ini bisa memasak kella celok. karena ini merupakan menu andalan yang turun temurun dari nenek moyang." Ucap Nur Mariyah.
Tutik Apriliyah asal Kecamatan Tambak, Bawean juga mengatakan bahwa kella celok lebih simpel dan mudah cara memasaknya.
"menu ini bisa dijadikan sebagai menu alternatif pengganti sayuran dan makanan berbahan dasar daging. Cukup dengan memasak kella celok sudah bisa dinikmati dengan nasi bersama ikan dan kuahnya," tutur Tutik.
Diakui Tutik, lidah warga Bawean sangat familiar dengan menu ini. Apalagi dinikmati beramai-ramai bersama keluarga. Alasannya, selain rasanya enak dan menyegarkan juga bisa mengubah suasana menjadi lebih meriah dengan kuah pedas dan asamnya.
"Apalagi kuahnya dicampur jeruk, terasa sebagai menu masakan spesial," ungkap Tutik.
Nur Dika yang juga berasala dari Kecamatan Tambak, Bawean juga menjelaskan mengenai cara memasak kella celok, yaitu bisa memakai ikan jenis apa saja, siapkan bawang merah 3 biji, bawang putih 1 biji, ketumbar, merica 5 biji, lombok, terasi sedikit, laos, kunyit, dan asam. Semua rempah digiling sampai halus, kecuali laos.
"Berikutnya ikan bersama rempah dimasak sampai mendidih," jelas Nur dika.
Ditambahkannya pula, menu masakan kella celok merupakan tradisi bagi warga Pulau Bawean.
"Seringkali bila ada tamu dari Pulau Jawa, menu yang disuguhkan adalah kella celok. Setelah menikmati pasti mengakui kelezatannya," Terang Nur dika. (Dhe/ Han)
Editor : Hany Akasah