RADAR GRESIK-Ongsrotan merupakan salah satu permainan khas Gresik yang sekarang sangat jarang ditemui atau bahkan sudah punah di Kabupaten Gresik.
Permainan Ongsrotan ini telah ada sekitar tahun 1960-an. Menurut Elis, Warga Kelurahan Tlogo Pojok, Kecamatan Gresik sudah mengenal permainan ini di akhir 1960. Permainan populer dimainkan oleh anak-anak bersamaan dengan per- mainan patil lele, jumpritan dan dromulen.
Permainan ini dulu sangat populer di masanya. Sebab, permainan ini memiliki keunikan tersendiri. Keunikan itu adalah cara bermainnya. Permainan ini biasa dimainkan saat malam hari, khususnya ketika muncul bulan purnama.
Atau istilahnya dikenal dengan permainan padhang mbulan yakni ketika bulan mengalami fase sempurna dan cahayanya terang benderang atau disebut Padang dalam bahasa Jawa.
Saat padang bulan kaum perempuan baik masih anak-anak maupun sudah menginjak remaja memainkan permainan ini dengan suka cita.
Mereka turut serta bahagia dengan cahaya bulan malam itu.Permainan ini sederhana dan tidak membutuhkan peralatan yang rumit.
Permainan ini dulu dimainkan menggunakan lempengan dari pecahan genting atau ubin yang terbuat dari tanah. Mengapa ubin atau genting dari tanah liat?
Karena dulu, ubin atau genting dari tanah liat banyak dijumpai. Kemudian kedua.
"Jumlah pemain dalam permainan ini pun tidak dibatasi.hanya saja jumlah pemainnya harus berjumlah genap atau berpasangan," kata Elis yang dikutip dari Buku Dolanan Gresik karya Radar Gresik.
Lempengan tersebut tidak mudah pecah saat digunakan.Walaupun dulu permainan ini biasa dimainkan oleh perempuan, permainan ini tetap bebas dimainkan oleh laki-laki. Jumlah pemain dalam permainan ini pun tidak dibatasi.
Hanya saja jumlah pemainnya harus berjumlah genap atau berpasangan. Jadi dua orang pemain akan menjadi satu set dan bermain bersamaan. Mereka akan berlomba lomba untuk menang satu sama lain.
Awalnya para pemain menyiapkan lempengan genting atau ubin, minimal 4 lempengan. Lalu dua lempengan diletakkan sejajar dengan terpaut beberapa jarak atau ujung dengan pangkal. Kedua lempengan tersebut diletakkan dalam posisi berdiri.
Setelah itu dibuat dua garis, garis pertama berada di titik awal atau start. Jaraknya antara 2,5 meter hingga 3 meter dari kedua lempengan genting atau ubin. Garis kedua berada di tengah tangah antara lempengan dengan garis start, atau sekitar 1 meter hingga 1,5 meter ke depan dari garis start.
Setelah itu dua lempengan genting atau ubin yang lain diletakkan di luar kedua garis tersebut. Jarak antara Lempengan, garis tengah dan garis start akan membentuk zona permainan.
Jika selesai, satu pemain dari setiap set, melakukan suit untuk menentukkan urutan beradi. Setelah itu barulah permainan bisa dimulai Berbeda dengan beberapa per mainan lain, permainan ini bisa memiliki lebih dari satu pemenang.
Pemenang permainan ini tidak akan mendapat apa-apa, begitu juga yang kalah tidak akan mendapat hukuman. Inti dari permainan ini bukan dari siapa yang menang atau kalah tetapi kebersamaan. (TIM RADAR GRESIK)
Editor : Hany Akasah