Ketua pengurus Badokan Gresik M Abdullah Ubaid mengungkapkan, lomba lato-lato ini diselenggarakan oleh anggota UMKM yang berjualan makanan ringan di teras Ramayana Gresik. Sebab, lato-lato sudah banyak dimainkan oleh anak-anak maupun dewasa.
Dirinya berharap dengan lomba lato-lato ini bisa meningkatkan pengunjung dan penjualan makanan ringan yang dikelolanya di halaman Mall Ramayana Gresik.
"Kami bersyukur, dari lomba ini pesertanya sangat membeludak hampir 300 orang. Baik dari usia anak-anak, Ibu-ibu, maupun Bapak-bapak," kata Ketua Badokan Gresik yang akrab disapa Mamat Simatupang.
Tidak hanya dari Gresik Kota, bahkan beberapa peserta yang mengikuti ikut lomba lato-lato berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Gresik hingga dari Surabaya.
"Uniknya, diantara peserta kategori 17 tahun ke atas, salah satu pesertanya berusia 52 tahun. Antusias masyarakat sangat luar biasa," ungkapnya.
Dari adanya lomba lato-lato, hasil penjualan makanan ringan dari kelompok Badokan Gresik menjadi lebih meningkat. Baik dari jumlah pengunjung dan dari hasil penjualan. Sebab, setiap peserta lomba lato-lato yang mendaftar mendapat voucher makanan senilai Rp 5.000.
Salah satu peserta tertua Saiful Bahri (52) pria asal Roomo yang menjadi peserta tertua dalam lomba lato-lato ini mengungkapkan keikutsertaanya dalam lomba ini untuk sekedar hiburan nostalgia masa lalu. Dirinya mengaku senang mengikuti lomba ini, sebab permainan etek-etek ini mengingatkan semasa dirinya masih menginjak sekolah dasar (SD)
"Dulu kan waktu saya masih SD ada permainan ini (lato-lato,red), pernah mainan ini. Jadi sekarang tinggal melemaskan tangan lagi," tutur Pria Paruh baya yang menjadi juara 1 dikategori usia 17 tahun ke atas ini.(rir/han) Editor : Hany Akasah