Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Lusi: Peran Ibu dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa dan Negara

Hany Akasah • Kamis, 22 Desember 2022 | 12:00 WIB
Lusi Kustianah,  S.Sos, Anggota DPRD Kabupaten Gresik. (Ist./Radar Gresik)
Lusi Kustianah, S.Sos, Anggota DPRD Kabupaten Gresik. (Ist./Radar Gresik)
GRESIK - Perjuangan ibu luar biasa. Seperti saya, di tengah kesibukan memperjuangkan suara rakyat, sebagai seorang ibu tetap harus mendahulukan mendidik dan mengurus pekerjaan di rumah.   Seorang ibu Tidak pernah lelah untuk berjuang demi anak, keluarga bahkan bangsanya. Mengingat pula memori perjuangan dan pengorbanan Ibu saya. Beliau dulu juga mendidik dan membesarkan dan saudara – saudara  saya dengan ikhlas demi mewujudkan cita - cita yang ingin diraih putra-putrinya.

Berkisah tentang perjuangan ibu memang tidak ada habisnya. Kiprah  pejuang - pejuang wanita masa dulu pun hingga adanya inisiasi lahirnya Hari Ibu yang saat ini selalu dirayakan setiap tanggal 22 Desember.

Para pejuang wanita Indonesia dari Jawa dan Sumatera berkumpul untuk mengadakan kongres perempuan Indonesia yang pertama dan itu terjadi pada tanggal 22 hingga 25 desember 1928 bertempat di Yogyakarta.  Sebanyak 30 organisasi perempuan dari 12 kota ( Jawa dan Sumatera) yang kemudian melahirkan terbentuknya kongres perempuan yang kini lebih dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia ( KOWANI ).

Pada kongres perempuan Indonesia  pertama, mereka mempunyai agenda utama yang isinya yakni  1) Persatuan Perempuan Nusantara, 2) Peranan Perempuan dalam Perjuangan Kemerdekaan, 3) Peranan Perempuan dalam Berbagai Aspek Pembangunan Bangsa, 4) Peranan perempuan dalam perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, 5) Peranan perempuan pada kasus pernikahan dini pada anak perempuan dan kasus - kasus lain yang terjadi pada kehidupan masyarakat luas. Adapun penetapan Hari Ibu baru terjadi pada Kongres Perempuan Indonesia  ke-3 yang terjadi pada  tahun 1938. Tanggal 22 desember ditetapkan sebagai HARI IBU pada kongres tersebut.

Belajar dari segala hal yang dilakukan oleh ibu kita dan pejuang - pejuang perempuan pendahulu kita, maka selayaknya kita semua untuk selalu menghormati dan memuliakan ibu - ibu kita. Kita harus lebih ikhlas  dan lebih tekun untuk mendidik putra - putri kita, karena mereka adalah generasi penerus  bangsa dan ditangannya nasib bangsa dipertaruhkan. Kita harus selalu ada dan selalu mendorong putra - putri kita untuk bisa meraih cita-cita luhur mereka.

Kita harus berjuang tanpa pamrih agar putra  - putri  kita menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa dan negara. Kita harus tulus mencintai dan menyayangi putra - putri agar kelak mereka selalu tulus mencintai dan menyayangi siapapun  di sekitarnya. Sehingga kita semua bisa mewujudkan kehidupan yang bahagia, makmur dan sejahtera buat seluruh warga Indonesia. (*)

Selamat Hari Ibu!

Perempuan Berdaya, Indonesia Hebat! Editor : Hany Akasah
#hari ibu #Perempuan Berdaya #Opini