Ketinggian ombak yang mencapai tiga meter membuat beton penahan tergerus air laut hingga rusak parah. Jazilah salah satu warga sekitar menuturkan kejadian ombak besar itu berlangsung lama. Bahkan, air laut sempat menggenangi jalan raya penghubung antara Kecamatan Ujungpangkah dan Panceng.
"Saat itu memang angin dan ombak besar, bahkan air laut sempat menggenangi jalan penghubung di desanya," ujarnya, Jumat (29/1).
Jazilah mengungkapkan sejak beberapa hari belakangan ini angin serta ombak besar sering terjadi di wilayah pantai Gresik utara. Baru kali ini ombak besar sampai merusak tembok penghalang hingga ambrol.
Atsa kejadian ini, pihaknya berharap agar pemerintah segera mengambil sikap dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat ombak. Sebab, jika tak segera ditangani dikhawatirkan ombak besar menghantam pemukiman warga.
"Kami berharap pemerintah mengambil tindakan dan bergerak cepat untuk memperbaiki penahan ombak yang rusak," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito mengungkapkan, dari prakiraan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai 29 hingga 31 Januari bakal terjadi hujan lebat disertai angin kencang serta gelombang tinggi. "Prakiraan kondisi cuaca di sebagian besar Wilayah Perairan Jawa Timur termasuk Gresik berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," ujarnya, Jumat (29/1) siang.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Ujungpangkah Fattah Hadi mengaku sudah menerima informasi tersebut dan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan.
"Sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah, kami berharap agar medapatkan perhatian serius oleh pihak terkait," pungkasnya. (yud/rof) Editor : Hany Akasah