Gandeng APH dan BNN, Rutan Gresik Gelar Razia Blok Hunian Hingga Tes Urine Pegawai dan Warga Binaan

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:59 WIB
DIGELEDAH : Petugas gabungan saat melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di blok hunian warga binaan Rutan Kelas IIB Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
DIGELEDAH : Petugas gabungan saat melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di blok hunian warga binaan Rutan Kelas IIB Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik memperketat pengawasan lingkungan pemasyarakatan dengan menggelar penggeledahan blok hunian dan tes urine mendadak bersama Aparat Penegak Hukum (APH). 

Langkah masif ini dilakukan sebagai deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan, ketertiban, serta peredaran barang terlarang dan narkoba.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas rutan.

Baca Juga: Dinilai Layak, RS Wates Husada Gandeng BNNK Gresik Jadi Mitra Rujukan Rehab NAPZA

Razia gabungan ini turut melibatkan BNN Kabupaten Gresik, Kodim 0817 Gresik, Subdenpom V/4-2 Gresik, serta Polsek Cerme.

Penyisiran menyasar ke sejumlah blok hunian warga binaan, termasuk blok hunian warga binaan perempuan. Seluruh proses pemeriksaan dilaksanakan ketat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.

Dari hasil penggeledahan, petugas gabungan menyita sejumlah benda berpotensi bahaya yang dilarang berada di dalam kamar hunian. Barang temuan tersebut meliputi pisau, gunting, korek api, pisau cukur, kartu remi, pinset, paku, gunting kuku, serta beberapa peralatan berbahan dasar besi dan kaca.

Baca Juga: Siap Kerja di Era Global, Lulusan Wisuda ke-49 UMG Kantongi Peluang Karier Lewat Kolaborasi PT STL

Seluruh barang terlarang langsung diamankan petugas untuk didata dan dimusnahkan. Kendati demikian, dalam razia tersebut petugas tidak mendapati adanya peredaran telepon seluler (handphone), narkotika, maupun senjata tajam rakitan.

Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, mengapresiasi soliditas dan dukungan penuh APH di wilayah Kabupaten Gresik dalam menciptakan iklim pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari ancaman keamanan.

"Penggeledahan gabungan ini merupakan wujud nyata sinergi APH untuk menciptakan lingkungan Rutan Gresik yang kondusif, aman, serta bebas dari gangguan keamanan dan ketertiban. Langkah ini juga bertindak sebagai deteksi dini mencegah masuknya ponsel, narkoba, senjata tajam, maupun barang terlarang lainnya," tegas Dhimas. 

Baca Juga: Rutan Gresik-Polres Perkuat Sinergi, Razia Gabungan Jadi Fokus Pengamanan

Tidak hanya melakukan sweeping fisik kamar hunian, kegiatan dilanjutkan dengan skrining penyalahgunaan narkoba melalui tes urine. Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari 25 pegawai rutan dan 75 warga binaan diambil sampel urinenya oleh tim medis Rutan Gresik dengan pendampingan langsung tim BNN Kabupaten Gresik.

"Hasil tes urine menunjukkan seluruhnya atau 100 peserta dinyatakan negatif dari indikasi penyalahgunaan narkoba. Rinciannya, 25 pegawai rutan dan 75 warga binaan bersih dari zat terlarang," ungkapnya.

Seluruh rangkaian penggeledahan dan tes urine berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Pihak Rutan Kelas IIB Gresik memastikan kerja sama dengan jajaran APH akan terus diperkuat secara berkala guna menjaga integritas instansi serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran gelap narkoba. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
APH BNN Rutan gresik razia