RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timur membagikan baju dinas (DIS) khusus kepada para tahanan.
Pembagian baju seragam ini dilakukan sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kedisiplinan, kerapian, serta ketertiban lingkungan selama menjalani masa penahanan.
Proses penyerahan pakaian dipimpin langsung oleh Kepala Sub Seksi Pengelolaan Rutan Gresik, Ryan Wilda Rachman Faraby, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Virga Indrawan, beserta jajaran petugas.
Sebelum penyaluran, jajaran petugas KPR terlebih dahulu mendatangi tiap-tiap kamar hunian untuk melakukan pendataan akurat. Hal ini dilakukan agar ukuran dan jumlah pakaian yang diberikan presisi sesuai kebutuhan fisik masing-masing tahanan. Usai pendataan, para tahanan dikumpulkan secara tertib di Aula Dalam Rutan Gresik untuk menerima seragam DIS secara langsung.
Baca Juga: Semangat Kemerdekaan di Balik Jeruji, Rutan Kelas IIB Gresik Gelar Upacara Peringatan HUT ke-81 RI
Kepala Sub Seksi Pengelolaan Rutan Gresik, Ryan Wilda Rachman Faraby, mengimbau agar seluruh tahanan dapat bertanggung jawab merawat seragam yang telah dialokasikan.
“Kami berpesan kepada seluruh tahanan untuk menjaga dan merawat baju DIS yang telah diberikan. Gunakan dengan baik, jaga kebersihannya, dan jangan sampai rusak atau hilang. Kerapian dalam berpakaian merupakan salah satu bentuk kedisiplinan yang perlu dibiasakan selama berada di Rutan,” ujar Ryan, Sabtu (22/8) .
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa pemberian seragam ini tidak sekadar memenuhi hak dasar sandang warga binaan, melainkan menjadi instrumen pembinaan karakter.
“Pembagian baju DIS ini merupakan bentuk perhatian dan pemenuhan hak warga binaan sekaligus menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan dan kerapian. Kami ingin membiasakan warga binaan untuk tertib dalam berpakaian, menjaga barang yang menjadi tanggung jawabnya, serta menaati aturan yang berlaku,” tutur Dhimas.
Dhimas menambahkan, pembiasaan hal-hal mendasar seperti kebersihan personal dan keseragaman pakaian menjadi modal pembentukan nilai positif saat mereka kembali berintegrasi ke tengah masyarakat kelak. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik