Sulap Kotoran Kambing Jadi Pupuk Organik, Dinas Pertanian Gresik Apresiasi Balai Ternak Baznas

Novia Andriyani • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:29 WIB
Kelompok Ternak Mekarsari sukses mengolah limbah kotoran domba menjadi pupuk organik berkualitas. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Kelompok Ternak Mekarsari sukses mengolah limbah kotoran domba menjadi pupuk organik berkualitas. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Limbah kotoran domba yang kerap dianggap mengganggu lingkungan kini mampu disulap menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi. Inovasi ini sukses dikembangkan melalui program “Gresik Krawu Enak” (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan), sebuah kolaborasi strategis antara Dinas Pertanian Kabupaten Gresik bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik.

Menggandeng Kelompok Ternak Binaan Mekarsari, program ini mengintegrasikan usaha peternakan domba dengan pertanian hortikultura berbasis zero waste agriculture. Limbah kotoran domba diolah secara khusus menjadi pupuk organik yang kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan aneka tanaman di Kebun Percobaan Dinas Pertanian Gresik.

Baca Juga: Ketua BAZNAS RI Puji Balai Ternak Gresik, Lahirkan Tradisi Infaq Tiga Kambing dan Disiapkan Jadi Eduwisata

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Ir. Eko Anindito Putro, M.M.A., memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan pengelolaan limbah tersebut. Menurutnya, peternak masa kini harus dibekali orientasi wirausaha yang holistik.

"Kami ingin para peternak tidak hanya berfokus pada penjualan hewan ternak, tetapi juga mampu mengolah limbahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Sinergi pupuk kandang domba ini menjadi solusi nyata untuk memulihkan kesuburan tanah sekaligus menekan biaya produksi pupuk bagi petani hortikultura kita," ujar Eko.

Dalam penerapannya, kotoran domba tidak langsung diaplikasikan ke lahan, melainkan melewati tahapan fermentasi dan pengolahan intensif agar aman bagi tanaman. Hasilnya, berbagai jenis komoditas sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, hingga okra tumbuh dengan sangat subur di kebun percobaan.

Baca Juga: Gandeng BAZNAS RI, Menko PM Salurkan Bantuan Penguatan Ekonomi Umat Rp 871 Juta di Gresik

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Gresik, Drh. Viki, menyampaikan bahwa pengawasan ketat dilakukan agar pupuk organik yang dihasilkan berkualitas tinggi.

"Melalui bidang peternakan, kami mendampingi Kelompok Mekarsari agar proses fermentasi kotoran domba berjalan sempurna sehingga tidak membakar tanaman. Hasilnya bisa kita lihat pada tanaman kangkung, bayam, sawi, hingga okra yang tumbuh sangat subur dan sehat," jelasnya.

Melalui integrasi ini, sektor peternakan dan pertanian saling menopang secara berkelanjutan. Kotoran dari kandang dipasok sebagai bahan baku pupuk, sedangkan hasil panen hortikultura menjadi ceruk pendapatan baru bagi anggota kelompok.

Baca Juga: Cetak Lulusan SMK Pesantren Siap Kerja, Pemkab Gresik dan Menko PM Gandeng BAZNAS RI

Program ini sekaligus menjadi wujud nyata pemanfaatan zakat produktif yang dikelola oleh Balai Ternak Baznas Gresik. Dalam kolaborasi ini, Baznas memfasilitasi permodalan dan sarana pendukung, sementara Dinas Pertanian menyediakan lahan percobaan serta pendampingan teknis agribisnis.

Ketua Baznas Gresik, H. M. Mujib, menekankan pentingnya penguatan ekonomi berbasis kemandirian warga agar para penerima manfaat dapat berdaya secara finansial.

"Baznas Gresik hadir untuk memberikan dukungan permodalan serta sarana pendukung bagi Kelompok Ternak Mekarsari. Lewat payung program Balai Ternak Baznas, kami optimistis perpaduan wirausaha peternakan dan pertanian sayur organik ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan demi mengangkat perekonomian warga binaan," papar Mujib.

Baca Juga: Sasar Mustahik, Baznas Gresik Kembangkan Balai Ternak Kebomas Menuju Hilirisasi Usaha

Pendekatan ini sejalan dengan visi pemberdayaan zakat nasional untuk mentransformasi mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat).

Lewat rantai ekonomi sirkular dari kandang hingga meja makan, Kelompok Ternak Mekarsari membuktikan bahwa pengelolaan limbah tepat guna mampu menciptakan nilai tambah secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. (nov/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
zakat Baznas gresik kambing DINAS pertanian