RADAR GRESIK – Berbagai langkah terus ditempuh oleh jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0817/Gresik dalam mendukung kemandirian masyarakat.
Tak hanya terfokus pada penguatan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas padi, para Babinsa juga aktif berperan sebagai motivator bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar terus berkembang dan naik kelas.
Melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos), Babinsa Koramil 0817/09 Balongpanggang, Serka Purwanto, menyambangi usaha mebel milik Sunaryo di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang.
Baca Juga: Diskominfo Gresik Gelar Monev Satu Data, DPRD Dorong Pembangunan Tepat Sasaran
Serka Purwanto mendorong agar usaha kerajinan kayu tersebut terus dikembangkan, terutama dengan memperluas jaringan pemasaran digital maupun konvensional guna menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurutnya, kemajuan usaha mikro tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan pemiliknya semata, melainkan juga mampu menyerap tenaga kerja lokal di kawasan setempat.
“Jika usaha mebel ini semakin berkembang, tentu akan membutuhkan tenaga kerja tambahan. Hal itu dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Serka Purwanto, Selasa (28/7).
Baca Juga: Kuda Warga Manyar Tercebur Tambak Saat Ditinggal Cari Rumput, Begini Aksi Heroik Damkarla Gresik
Dorongan dari pihak TNI tersebut disambut hangat oleh Sunaryo. Pengusaha mebel Desa Kedungpring ini menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Babinsa. Kehadiran personel TNI di lokasi usahanya diakui memberikan motivasi baru, terutama dalam merancang strategi pemasaran.
“Semangat juga gagasan yang telah disampaikan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan target pemasaran yang belum kami jangkau. Ini menjadi bahan evaluasi agar usaha kami bisa lebih maju,” tutur Sunaryo.
Di lokasi berbeda, aksi nyata pendampingan masyarakat juga ditunjukkan oleh Babinsa Desa Sumput Koramil 0817/01 Driyorejo, Serda Amar Abdi. Ia terjun langsung ke lahan persawahan milik Ani, salah seorang petani binaan di Desa Sumput.
Serda Amar memberikan edukasi dan pengawalan terkait langkah-langkah peningkatan produktivitas tanaman padi. Materi pendampingan meliputi pemilihan bibit unggul, teknik perawatan tanaman yang efektif, hingga penentuan strategi pemasaran hasil panen agar mampu memberikan margin keuntungan maksimal bagi petani.
“Petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan. Keberhasilan mereka dalam mengelola lahan harus terus didukung melalui pendampingan dan komunikasi yang intensif.
Dengan pengelolaan yang baik, kami optimistis hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani pun ikut terangkat,” tegas Serda Amar. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik