RADAR GRESIK — Upaya taktis dalam membentengi karakter generasi muda dari bahaya laten perundungan digital maupun fisik terus digencarkan aparat teritorial di Pulau Bawean.
Melalui program inovatif “Babinsa Masuk Sekolah”, Koramil 0817/17 Sangkapura turun langsung ke lembaga pendidikan untuk menanamkan jiwa kepemimpinan serta kedisiplinan sejak dini.
Agenda pembinaan karakter yang berlangsung interaktif tersebut menyasar ratusan pelajar di MTs Ma'arif, Dusun Batusendi, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Babinsa dan Petani Sangkapura Gresik Bersinergi dalam Panen Raya
Kegiatan strategis tersebut dipandu langsung oleh Babinsa Desa Sidogedungbatu, Serda Mirsal. Dengan metode penyampaian yang santai, edukatif, namun sarat akan makna kehidupan, Serda Mirsal berhasil memantik antusiasme tinggi dari para siswa yang memadati ruang kelas.
Dalam pemaparannya, Serda Mirsal menekankan bahwa embrio kepemimpinan harus mulai dipupuk sejak duduk di bangku sekolah melalui pembiasaan hal-hal kecil seperti disiplin waktu, menjaga kekompakan antarstudi, serta peka terhadap lingkungan sekitar.
“Adik-adik harus paham, seorang pemimpin masa depan itu bukan sosok yang hanya bisa memerintah sepihak, melainkan mereka yang mampu berdiri di depan untuk memberikan contoh keteladan yang baik, memegang teguh kedisiplinan, dan memiliki empati peduli terhadap sesama,” ujar Serda Mirsal memotivasi.
Baca Juga: Perkuat Karakter Sejak Dini, Babinsa Ujungpangkah Tanamkan Wawasan Kebangsaan bagi Siswa SD
Tidak hanya mengupas urusan manajemen kepemimpinan, jajaran TNI Angkatan Darat ini juga memberikan atensi khusus berupa penyuluhan hukum dan psikologis mengenai bahaya bullying atau perundungan yang rentan terjadi di lingkungan ekosistem sekolah.
Serda Mirsal memberikan peringatan keras bahwa tindakan merundung sesama teman—baik berupa kekerasan fisik, verbal, maupun ejekan di media sosial—dapat merusak masa depan seseorang secara permanen karena berdampak buruk pada kesehatan mental dan menurunkan semangat belajar anak.
“Kami meminta dengan sangat, mari bersama-sama kita pasang tameng untuk stop segala bentuk bullying di sekolah ini. Ciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, toleran, dan penuh rasa persaudaraan. Jika melihat ada tindakan perundungan, jangan takut untuk melapor kepada guru,” tegasnya.
Baca Juga: Strategi Babinsa Balongpanggang Gresik, Ubah Peternakan Rakyat Jadi Peluang Bisnis Luar Daerah
Suasana kelas semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Para siswa berebut mengacungkan jari untuk berdialog langsung seputar tips membangun rasa percaya diri di depan umum hingga cara taktis menghadapi teman yang bersikap toksik di sekolah.
Gebrakan humanis Koramil Sangkapura ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak manajemen madrasah. Program TNI masuk sekolah dinilai efektif menjadi suplemen penunjang kurikulum formal dalam hal pembentukan moralitas dan akhlak siswa di luar jam pelajaran biasa.
Kehadiran sosok prajurit berbaju loreng di tengah-tengah siswa juga terbukti ampuh mengikis kesan kaku, sekaligus mempererat hubungan emosional kemanunggalan TNI bersama masyarakat sejak usia dini.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Pangan, Babinsa Gresik Tinjau Stok Gabah dan Beras di Penggilingan Desa Kandangan
“Melalui kegiatan berkala ini, Koramil Sangkapura menunjukkan komitmen riilnya dalam mendukung penuh pembinaan generasi muda di pulau terluar. Kita semua berharap anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan siap menjadi suksesor penerus bangsa yang membanggakan di masa depan,” pungkas perwakilan sekolah. (jar/han)
Editor : Hany Akasah