RADAR GRESIK — Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik mendadak riuh oleh gemuruh tepuk tangan dan tangis haru yang menyelimuti seluruh ruangan, Senin (25/5/2026).
Momentum emosional tersebut menandai puncak acara perpisahan sekaligus pelepasan para mahasiswa peserta magang Batch II yang telah menuntaskan masa bakti dan pengabdiannya selama enam bulan penuh di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Acara pelepasan ini dikemas apik bukan sekadar seremoni formalitas birokrasi, melainkan ruang apresiasi tertinggi atas dedikasi, sumbangsih pemikiran, serta inovasi yang dibawa para mahasiswa dalam mendukung roda pembinaan bagi warga binaan.
Baca Juga: Peduli Kesehatan Pegawai, Rutan Kelas IIB Gresik Bagikan Paket Medical Kit
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga yang luar biasa serta apresiasi mendalam atas etos kerja yang diperlihatkan oleh para peserta magang sepanjang semester ini.
Menurut Eko, kehadiran mahasiswa dari perguruan tinggi terbukti mampu memotong sekat kaku di lingkungan rutan melalui pembawaan ide-ide kreatif yang segar.
“Kami dari jajaran struktural mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi riil dan warna inovasi yang telah ditularkan oleh rekan-rekan mahasiswa selama bertugas di sini. Kehadiran mereka tidak hanya meringankan beban kerja harian, tetapi juga menyuntikkan energi baru serta gagasan revolusioner yang sangat bermanfaat bagi kemajuan organisasi,” ungkap Eko Widiatmoko takzim.
Baca Juga: Perkuat Reformasi Birokrasi, Rutan Gresik Jalani Desk Evaluasi TPI demi Predikat WBBM
Eko menambahkan, program magang ini didesain sebagai ruang kolaborasi dua arah. Di satu sisi membantu rutan menghadirkan pendekatan humanis baru untuk program pembinaan, dan di sisi lain memberikan bekal kepemimpinan serta pengenalan dinamika sosial yang berharga bagi mahasiswa sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia profesional kerja.
Suasana haru yang sempat memuncak saat pemutaran video dokumenter kilas balik perjalanan magang seketika berubah menjadi decak kagum. Para tamu undangan dan civitas akademika dibuat terpukau oleh serangkaian panggung kreativitas yang disuguhkan langsung oleh para warga binaan.
Baca Juga: Wujudkan Rutan Bersih, Rutan Gresik Gelar Ikrar Zero Halinar dan Tes Urine Massal
Tanpa canggung, para warga binaan unjuk kebolehan melalui penampilan Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) yang sarat nilai spiritual, diikuti dengan pementasan tari tradisional yang anggun.
Sorotan utama jatuh pada sesi fashion show teatrikal. Berbekal keterampilan yang diasah selama masa penahanan, para warga binaan dengan sangat menawan berlenggak-lenggok memamerkan gaun-gaun megah hasil kreativitas daur ulang limbah plastik rumahan.
Tak kalah memukau, tarian Damar Kurung khas Gresik juga dibawakan secara apik sebagai simbol bahwa jeruji besi tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk ikut melestarikan warisan budaya lokal daerah.
Baca Juga: Wujudkan Rutan Bersih, Rutan Gresik Gelar Ikrar Zero Halinar dan Tes Urine Massal
“Panggung kreasi yang kita saksikan bersama hari ini adalah potret nyata keberhasilan program pembinaan kepribadian di Rutan Gresik. Capaian ini tentu tidak lepas dari peran aktif teman-teman mahasiswa magang yang selama ini telaten mendampingi, memotivasi, dan mengeksplorasi potensi terpendam yang dimiliki oleh para warga binaan,” urai Eko bangga.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari pejabat struktural rutan kepada perwakilan mahasiswa, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang mempertemukan kehangatan antara pegawai rutan, mahasiswa, dan warga binaan dalam satu potret kenangan yang sulit dilupakan. (yud/han)
Editor : Hany Akasah