GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus memperketat pengawasan internal guna menciptakan lingkungan yang bersih dan aman. Sebagai langkah nyata, jajaran Rutan Gresik menggelar tes urine bagi warga binaan pada Selasa (11/3).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Gresik ini merupakan bagian dari komitmen instansi untuk mewujudkan Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba).
Proses pemeriksaan dilakukan secara ketat oleh petugas Rutan, Staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), serta dibantu oleh peserta magang Poliklinik Pratama.
Baca Juga: Hapus Sekat Jeruji, Rutan Gresik Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Warga Binaan
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menyatakan bahwa kegiatan ini menyasar 15 orang warga binaan yang dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan.
"Pelaksanaan tes urine ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi penyalahgunaan narkotika. Ini adalah langkah preventif kami dalam mencegah peredaran barang terlarang di dalam rutan," ujar Eko.
Eko menekankan bahwa integritas lingkungan pemasyarakatan tidak hanya bertumpu pada warga binaan, tetapi juga pada kedisiplinan para petugas. Menurutnya, komitmen Zero Halinar harus dimulai dari seluruh elemen yang ada di dalam Rutan.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Salah satu fokus utamanya adalah penguatan pengawasan serta pencegahan peredaran gelap narkoba di dalam Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia.
"Ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap program pemberantasan narkoba. Kami ingin memastikan lingkungan Rutan Gresik tetap aman, tertib, dan kondusif bagi warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan," pungkasnya.
Dengan adanya pengawasan rutin dan berkala seperti ini, pihak Rutan Gresik berharap dapat terus memperkuat integritas petugas sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh penghuni rutan. (yud/han)
Editor : Hany Akasah