Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Kemenhaj Gresik Imbau Travel Pantau Ketat Jamaah Umrah

Fajar Yuliyanto • Selasa, 3 Maret 2026 | 17:29 WIB

Kepala Kantor Kemenhaj Gresik, Lulus.
Kepala Kantor Kemenhaj Gresik, Lulus.

RADAR GRESIK – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gresik memberikan atensi serius terhadap keselamatan jamaah umrah asal Gresik yang saat ini berada di Arab Saudi.

Hal ini menyusul memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang kini berdampak pada jalur penerbangan internasional.

Menyikapi dinamika yang terjadi, Kemenhaj Gresik mengimbau seluruh biro travel perjalanan umrah dan haji di wilayahnya untuk melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi jamaah di lapangan. Selain itu, biro jasa travel juga disarankan untuk menunda keberangkatan calon jamaah dalam waktu dekat.

Kepala Kantor Kemenhaj Gresik, Lulus, menyatakan bahwa langkah ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

“Sesuai imbauan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), perjalanan umrah sementara waktu bisa ditunda dulu karena situasi darurat konflik di Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu,” ujar Lulus.

Meski data pasti jumlah jamaah asal Gresik yang masih berada di Tanah Suci masih dalam proses pendataan, Lulus meminta pihak keluarga di tanah air untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat terus berupaya menjamin keamanan dan perlindungan jamaah.

Beberapa poin penting yang ditekankan oleh Kemenhaj Gresik antara lain menggelar koordinasi Intensif dimana travel umrah wajib berkomunikasi rutin dengan jamaah di Arab Saudi.

Selain itu juga regulasi pusat mengingat kewenangan keberangkatan dan kepulangan berada di pemerintah pusat, biro travel harus proaktif mengikuti arahan terbaru. Serta aspek keselamatan jiwa menjadi prioritas utama di atas jadwal keberangkatan.

Situasi di Timur Tengah memanas secara drastis setelah terjadi serangan bom di kompleks kediaman Khamenei di Teheran pada Sabtu (28/2). Insiden tersebut memicu serangan balasan dari pihak Iran yang berdampak pada stabilitas negara-negara sekitar seperti Bahrain, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA) karena keberadaan aset-aset militer di wilayah tersebut.

Kemenhaj berharap kondisi segera kondusif agar proses ibadah jamaah dapat kembali berjalan normal tanpa rasa was-was. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#timur tengah #travel #konflik #Umrah #Kemenhaj