Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tak Hentikan Optimalisasi, Pemkab Gresik, PT Pos dan Budayawan Bentuk Tim Sepakati Revitalisasi Berbasis Kajian

Muhammad Firman Syah • Selasa, 3 Februari 2026 | 08:10 WIB
Temukan Solusi : Pemerintah Kabupaten Gresik, Budayawan, pemerhati sejarah rapat bersama PT Pos Properti di Kantor Bupati Gresik Jumat, (30/01).
Temukan Solusi : Pemerintah Kabupaten Gresik, Budayawan, pemerhati sejarah rapat bersama PT Pos Properti di Kantor Bupati Gresik Jumat, (30/01).

Kebomas – Pengelolaan aset bersejarah di Kawasan Heritage Bandar Grissee, Kabupaten Gresik, akan terus dilanjutkan melalui sejumlah catatan dan rekomendasi. Meski demikian, langkah ini masih sejalan dengan upaya optimalisasi aset negara yang dilakukan PT Pos Indonesia melalui anak usahanya, PT Pos Properti Indonesia.

Dalam forum Audiensi lintas sektor yang digelar oleh Pemkab Gresik, Jumat (30/01) kemarin seluruh pihak bersepakat jika optimalisasi aset yang dilakukan oleh PT Pos Properti kedepan harus berbasis kajian. Untuk itu Pemkab Gresik bersama budayawan dan sejumlah pihak akan membentuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Nah, tim ini akan bertugas melakukan kajian sebelum pembangunan ulang bangunan eks Asrama VOC dengan tujuan menelusuri kembali bentuk, struktur, serta karakter asli bangunan sebagai dasar pembangunan ulang. Bahkan, Sekretaris Daerah Gresik secara langsung meminta budayawan Kris Adji AW untuk terlibat sebagai tim ahli.

Sekretaris Daerah Pemkab Gresik, Achmad Wasil Miftahul Rohman menyatakan, agar kedepan tidak ada salah persepsi dalam penyampaian informasi kepada publik, dalam forum tersebut jg disepakati bahwa Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik.

"Dalam pertemuan kemarin kami bersepakat untuk update informasi apapun mengenai revitalisasi aset PT Pos disampaikan melalui satu pintu Disparekrafbudpora agar tidak menimbulkan miss persepsi," kata Sekda.

Sementara itu, Kepala Disparekrafbudpora, drg Ghozali menuturkan, pembentukan tim bersama ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Jawa Timur.

“Tim ini akan bekerja dengan pendampingan langsung dari BPKW agar hasil kajian benar-benar mendekati, atau paling tidak menyerupai bentuk aslinya,” tuturnya.

Meski demikian, mengingat sebagian besar struktur bangunan lama berbahan kayu, pihak otoritas menilai masih ada peluang besar untuk memanfaatkan kembali material asli. Namun jika terdapat material yang sudah lapuk dan tidak layak digunakan, penggantian tetap dimungkinkan dengan catatan harus melalui kajian serta rekomendasi tim ahli budaya dan BPKW.

“Kalau memang ada material yang sudah lapuk, bisa diganti. Tapi penggantiannya harus melalui kajian dan rekomendasi ahli budaya dan BPKW,” pungkasnya

Sebelumnya, PT Pos Properti menegaskan bahwa selama ini pihaknya telah menjalankan tanggung jawab sebagai pengelola aset negara secara mandiri, baik dari sisi perawatan dasar maupun kewajiban administratif. Optimalisasi aset di kawasan heritage dinilai memiliki potensi untuk menghidupkan kembali nilai sosial, ekonomi dan edukatif kawasan Bandar Grissee.

Sejalan dengan dinamika tersebut, Pemkab Gresik mendorong agar penataan Kawasan Heritage Bandar Grissee dilakukan secara kolaboratif dan tidak sembrono dengan melibatkan seluruh pihak.

 

Editor : Cak Fir
#pemkab gresik #tim ahli cagar budaya #Budayawan #Bandar Grissee #Pos Properti