Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

DMI Gresik Jadi Rujukan Nasional, DMI Sukamara Kalteng Pelajari Pengelolaan Masjid dan Pemberdayaan Ekonomi Jamaah

Hany Akasah • Selasa, 9 Desember 2025 | 23:29 WIB
Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik kembali mengukuhkan posisinya sebagai rujukan nasional.
Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik kembali mengukuhkan posisinya sebagai rujukan nasional.

RADAR GRESIK – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik kembali mengukuhkan posisinya sebagai rujukan nasional dalam tata kelola dan inovasi program kemasjidan.

Hal ini terbukti dengan kunjungan studi tiru yang dilakukan oleh DMI Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, yang secara khusus datang untuk mempelajari praktik terbaik dalam manajemen masjid, pemberdayaan jamaah, hingga penguatan ekonomi.

Kunjungan dari Sukamara ini bukan kali pertama bagi DMI Gresik. Sebelumnya, sejumlah daerah lain seperti Murung Raya, Kota Malang, Kota Batu, dan Pamekasan juga telah melakukan hal serupa.

Kondisi ini menegaskan bahwa berbagai program kemasjidan di Gresik dinilai berhasil dan layak dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Dalam kunjungan kali ini, salah satu destinasi utama studi tiru adalah Masjid Nurul Janah Gresik. Masjid ini dikenal memiliki prestasi gemilang, salah satunya dengan meraih juara pertama tingkat Jawa Timur pada ajang Masjid Award DMI Jawa Timur tahun 2022.

Rombongan DMI Sukamara ingin melihat langsung bagaimana praktik pengelolaan masjid dan program pemberdayaan jamaah dapat berjalan efektif dan optimal.

Ketua DMI Gresik Zainal Abidin menjelaskan bahwa fokus utama rombongan dari Kalimantan Tengah ini adalah aspek ekonomi.

"Mereka lebih condong belajar ke arah ekonomi, termasuk bagaimana BMT (Baitul Maal wa Tamwil) bisa menjadi motor penggerak ekonomi jamaah," ujarnya.

Selain itu, aspek manajemen masjid dan pengelolaan UMKM yang melibatkan jamaah juga menjadi materi pembelajaran.

Mat Saleh, Sekretaris DMI Kabupaten Sukamara yang memimpin rombongan, menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk menggali pengetahuan langsung dari lapangan.

"Kami ingin melihat bagaimana masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah rutin, tapi juga menjalankan fungsi pendidikan, sosial, dan ekonomi kerakyatan," tutur Mat Saleh.

Rombongan yang terdiri dari para ketua dan pengurus masjid ini melakukan kunjungan ke tujuh masjid selama tiga hari di Jawa Timur. Menurutnya, pendekatan belajar langsung, yakni dengan "melihat langsung, mengamati, dan merasakan auranya," akan jauh lebih efektif dibandingkan hanya menerima materi. Hal ini diyakini akan memperbesar semangat para pengurus untuk melakukan perubahan di daerahnya.

Sementara itu, DMI Gresik menegaskan komitmennya untuk terus memakmurkan masjid dan menyejahterakan jamaah.

"Dua tagline kami sejak awal adalah bagaimana masjid menjadi ramai dengan berbagai aktivitas, serta bagaimana meningkatkan ekonomi jamaah," jelas perwakilan DMI Gresik.

Ke depan, DMI Gresik juga tengah merancang pembentukan Koperasi Jamaah Masjid. Rencananya, koperasi ini akan dimulai dari tingkat kabupaten sebelum diperluas ke masjid-masjid di seluruh Gresik.

Mat Saleh berharap, sepulang dari kunjungan ini, para pengurus masjid di Sukamara dapat menerapkan konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sesuai dengan karakter masjid masing-masing.

"Harapannya masjid-masjid di Sukamara bisa berkembang dan maju seperti yang kita lihat di Jawa Timur," tutupnya. (zah/han)

Editor : Hany Akasah
#gresik #kunjungan #sukamara #Nasional #DMI