Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Antisipasi Longsor Bukit Kapur, Pengelola Wisata Gosari Dibekali Ilmu Kesiapsiagaan Darurat dari Unair

Yudhi Dwi Anggoro • Selasa, 4 November 2025 | 19:44 WIB
EDUKASI: Para mahasiswa memberikan edukasi siaga terhadap ancaman longsor di tempat wisata bukit kapur di Gresik.
EDUKASI: Para mahasiswa memberikan edukasi siaga terhadap ancaman longsor di tempat wisata bukit kapur di Gresik.

RADAR GRESIK – Memasuki musim hujan yang rentan memicu bencana hidrometeorologi, pengelola dan penjual di Wisata Alam Gosari (Wagos) di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, mendapat bekal penting berupa edukasi kesehatan darurat.

Langkah ini dilakukan mengingat letak wisata tersebut yang berdekatan dengan Bukit Kapur dan adanya kasus longsor di area serupa seperti Bukit Kapur Panceng pada tahun 2023 lalu.

Penguatan kesiapsiagaan ini diselenggarakan oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) di Aula Wagos, Senin (3/11). Materi yang diberikan berfokus pada teknik penyelamatan nyawa korban kecelakaan atau bencana.

Materi utama yang diajarkan meliputi Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), yaitu tindakan darurat untuk orang yang mengalami henti jantung atau henti napas, dengan tujuan menjaga aliran darah dan oksigen ke otak dan organ vital lainnya.

Serta penanganan patah tulang mengenai cara memberikan pertolongan pertama menggunakan alat bantu seperti kayu atau bidai sebelum bantuan medis tiba.

Mahasiswa menjelaskan langkah-langkah RJP, yang melibatkan kombinasi penekanan dada yang keras dan cepat, serta bantuan napas buatan.

Kecepatan Menentukan Nyawa

Salah satu dosen pembimbing, Susilo Hariyanto, mengatakan bahwa kesiapsiagaan kesehatan darurat ini sangat penting bagi pengelola Wagos.

"Apabila nantinya ada kecelakaan maupun ada bencana yang terjadi di tempat wisata seperti Wagos ini, semua penjaga di wisata dibekali ilmu yang benar mengenai keselamatan darurat agar nyawa korban bisa segera terselamatkan," katanya.

Susilo menekankan pentingnya kecepatan dalam penanganan korban.

"Satu menit, nyawa korban selamat tinggal 98 persen. Apalagi dua menit, sisa nyawa korban hanya 50 persen. Kalau sudah 10 menit, sisanya tinggal 2 persen. Semakin cepat ditangani, peluang selamat lebih tinggi, sambil menunggu tim medis datang,” ujarnya.

Baca Juga: BMKG Tetapkan Siaga 1 Nasional: Fenomena La Niña Picu Ancaman Cuaca Ekstrem Hingga Maret 2026

Sementara itu, Pengelola Wisata Wagos, Misbakhud Dawam, menyambut baik kegiatan ini. Ia bersyukur dengan pengalaman dan wawasan yang diberikan Fakultas Vokasi UNAIR.

“Alhamdulillah, kami sebagai pengelola wisata tentunya senang bisa mendapatkan wawasan dan pengalaman mengenai kesehatan darurat di tempat wisata ini. Nantinya bisa kami terapkan apabila ada kondisi darurat yang terjadi tempat kami,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#unair #gresik #PANCENG #Gosari #wisata #Wagos