RADAR GRESIK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi telah menetapkan status Siaga 1 Nasional terkait potensi peningkatan cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.
Status ini dikeluarkan menyusul mulai aktifnya fenomena La Niña yang diperkirakan akan berlangsung mulai November 2025 hingga Maret 2026. Fenomena ini berpotensi meningkatkan curah hujan dan ancaman bencana hidrometeorologi.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa meskipun La Niña yang terdeteksi saat ini masih berada pada level lemah, kewaspadaan wajib ditingkatkan. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini sudah menunjukkan pengaruh nyata akibat perbedaan suhu permukaan laut antara kawasan Samudra Pasifik dan wilayah Indonesia.
“Kita mendeteksi adanya La Niña lemah yang dipengaruhi oleh perbedaan suhu di Samudra Pasifik terhadap kepulauan Indonesia, yang sejak November indeks La Niña-nya mencapai –0,61. Hingga saat ini bahkan diprediksi sampai Desember, kemungkinan akan berlanjut sampai Januari, Februari,” ujar Dwikorita dalam program Metro Pagi Primetime Metro TV.
Potensi Siklon Tropis Memperburuk Keadaan
BMKG juga memperingatkan adanya potensi hadirnya fenomena cuaca lain, seperti siklon tropis, yang sering muncul selama periode musim hujan.
Kehadiran siklon ini dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi dengan memicu hujan ekstrem, angin kencang, gelombang tinggi, serta risiko banjir bandang dan longsor di berbagai daerah, terutama di kawasan yang rawan bencana.
Seruan Peningkatan Kewaspadaan dan Mitigasi
Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk segera meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
BMKG meminta masyarakat untuk trus memantau informasi resmi dan mengikuti peringatan dini cuaca, dan meningkatkan perhatian khusus bagi wilayah yang kerap mengalami hujan intensitas tinggi, banjir, maupun longsor.
Selain itu, kesiapan infrastruktur drainase, langkah-langkah mitigasi banjir, serta kesiagaan tim tanggap darurat dinilai sangat penting untuk meminimalkan dampak yang mungkin timbul.
Baca Juga: Tak Kunjung Pulang, Istri Temukan Suami Meninggal di Sawah Kedamean Gresik
Dengan kondisi cuaca yang dinamis, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat upaya antisipasi. (zah/han)
Editor : Hany Akasah