Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bea Cukai Gresik Dorong Ekonomi Hijau Lewat Sinergi Koperasi dan Kawasan Berikat dalam Pengelolaan Sampah Plastik

Muhammad Firman Syah • Jumat, 10 Oktober 2025 | 00:40 WIB
Sinergitas : Kepala Bea Cukai Gresik, Asep Munandar menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Koperasi Bumi Sehat Gresik dengan PT Pelita Mekar Semesta.
Sinergitas : Kepala Bea Cukai Gresik, Asep Munandar menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Koperasi Bumi Sehat Gresik dengan PT Pelita Mekar Semesta.

Kebomas – Bea Cukai Gresik terus berinovasi memperkuat peran strategisnya dalam mendorong ekonomi hijau dan industri berkelanjutan. Melalui program Penguatan Reformasi dan Kepabeanan Cukai (PRKC) Berkelanjutan, instansi ini menggandeng pelaku industri kawasan berikat, koperasi, dan bank sampah untuk menciptakan ekosistem pengelolaan limbah plastik yang bernilai tambah.

Langkah ini diwujudkan lewat kegiatan Pelepasan BC 4.0 Produk Sampah Plastik hasil pengumpulan Koperasi Bumi Sehat ke PT Pelita Mekar Semesta (PMS) di Driyorejo, salah satu perusahaan kawasan berikat pengolahan plastik terbesar di Kabupaten Gresik.

Kepala Bea Cukai Gresik, Asep Munandar mengatakan, program ini bukan sekadar rutinitas administratif, tapi menjadi model sinergi nyata dalam memperkuat interfirm linkage antara koperasi dan industri kawasan berikat.

"Tujuannya dari program ini membangun rantai pasok berkelanjutan yang mendukung misi Net Zero Emission (NZE) 2050, sekaligus memberdayakan komunitas peduli lingkungan di tingkat akar rumput," ujarnya.

Asep menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya soal pengelolaan limbah, tetapi tentang membangun ekosistem industri hijau yang inklusif dan berdaya saing.

"Inisiatif ini bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi bagaimana membangun sistem industri daur ulang yang saling menguntungkan antara masyarakat, koperasi, dan dunia usaha secara berkelanjutan.

"Kami ingin memastikan Gresik tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga pelopor ekonomi hijau berbasis komunitas,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Bea Cukai berperan aktif sebagai Industrial Assistance dan Trade Facilitator yang menjembatani berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, hingga koperasi dan BUMDes.

"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam Green Customs Initiative memperkuat tata kelola industri berkelanjutan yang menjembatani kepentingan lingkungan, ekonomi, dan sosial menuju Indonesia hijau dan berdaya saing,” pungkasnya.

Sementata itu, Plant Manager PT PMS, Chrisna Agung Kartika, mengungkapkan, perusahaan yang berdiri sejak 2010 itu kini menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan bahan baku dan kualitas plastik daur ulang.

"Selama ini kami banyak mendatangkan bahan baku plastik daur ulang dari Australia. Namun sejak awal 2025, impor bahan baku dihentikan, sehingga kami sangat bergantung pada pasokan lokal,” kata Crishna.

Dikatakan, PT PMS memiliki kapasitas produksi hingga 18.000 ton pelet plastik per tahun, namun belum bisa beroperasi maksimal karena keterbatasan bahan baku.
Sebagai anggota Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), perusahaan kini membuka peluang kerja sama dengan Koperasi Bumi Sehat Gresik dan jaringan bank sampah lokal melalui sistem purchase order (PO) minimal satu ton.

"Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pasokan bahan baku domestik, menciptakan lapangan kerja baru, serta mempercepat transformasi menuju ekonomi sirkular berbasis komunitas," jelasnya.

Ketua Koperasi Bumi Sehat Gresik, Hartatik menyebut kegiatan ini melibatkan lima titik bank sampah di wilayah Gresik dengan lebih dari 100 nasabah aktif. Selama satu bulan, terkumpul sekitar 50 PK (pemulung kecil) dengan total 917 kilogram plastik bersih yang kemudian dikirim ke fasilitas produksi PT PMS di Driyorejo. (fir)

Editor : Cak Fir
#plastik #bea cukai #gresik #Sampah #Zero Waste