RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, akan menggelar Job Fair 2025 pada 2 hingga 3 Juli 2025. Berlokasi di SMAN 1 Driyorejo Gresik, gelaran bursa kerja ini menawarkan inovasi penting: helpdesk khusus untuk membantu para pencari kerja (pencaker) mengatasi kendala teknis dalam proses pendaftaran dan melamar pekerjaan.
Kepala Disnaker Gresik, Zainul Arifin, menjelaskan kehadiran helpdesk ini menjadi nilai tambah signifikan pada pelaksanaan Job Fair tahun ini. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mempermudah pencaker yang lupa kata sandi akun Gresik Kerja, belum memiliki akun, atau mengalami kesulitan dalam proses verifikasi.
"Ini yang membedakan Job Fair 2025 dengan aplikasi Gresik Kerja. Ada helpdesk yang siap melayani peserta yang mungkin lupa password, belum punya akun, atau ingin tahu status verifikasi. Semua bisa langsung ditangani di lokasi," kata Zainul, Selasa (1/7/2025).
Job Fair 2025 ini secara spesifik ditujukan bagi warga Kabupaten Gresik yang memiliki KTP Gresik dan sudah terdaftar dalam sistem Gresik Kerja. Platform resmi Disnaker ini terintegrasi dengan layanan pencari kerja dan AK1 (kartu kuning), memastikan data pencaker valid dan terpusat.
Bagi warga Gresik yang belum memiliki akun, belum memahami cara verifikasi, atau lupa detail login, tak perlu khawatir. "Datang saja ke lokasi job fair, langsung ke bagian helpdesk. Kami siapkan petugas khusus untuk membantu para pencaker menyelesaikan kendala teknis tersebut di tempat," imbuh Zainul.
Disnaker Gresik juga telah memperkuat sistem informasi ketenagakerjaan hingga ke tingkat desa. Perangkat desa kini dilibatkan aktif untuk mendukung program Gresik Kerja. Ini memungkinkan warga di pelosok desa sekalipun bisa mendapatkan informasi lowongan kerja terbaru langsung dari kantor desa karena sudah terkoneksi dengan sistem.
Dengan adanya helpdesk dan penguatan sistem di tingkat desa, diharapkan proses pendaftaran dan pelamaran kerja dapat berjalan lebih lancar dan inklusif. Disnaker Gresik menargetkan penurunan angka pengangguran terbuka melalui penyelenggaraan job fair yang semakin ramah dan adaptif terhadap kebutuhan pencaker.
"Kami ingin memastikan tidak ada pencaker yang tertinggal hanya karena masalah teknis seperti lupa akun atau belum verifikasi. Semua harus punya kesempatan yang sama untuk melamar," pungkas Zainul. (yud/han)
Editor : Hany Akasah