RADAR GRESIK - Penanaman mangrove menjadi langkah krusial dalam meminimalisir kerusakan pantai dan risiko banjir rob yang kian mengancam wilayah pesisir utara Gresik. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia serta 50 tahun kiprah Cargill di Indonesia, dilakukan penanaman 3.500 bibit mangrove di kawasan pesisir Kalimireng, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Senin (23/6/2025). Sejak 2021, lebih dari 33.000 bibit mangrove telah ditanam di kawasan tersebut.
Admin and Relations Manager Cargill Gresik Adi Suprayitno mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar bentuk perayaan ulang tahun ke-50 Cargill di Indonesia, tapi juga bagian dari komitmen jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan.
Wilayah Kalimireng merupakan salah satu ekosistem mangrove penting di Gresik, yang menjadi habitat bagi 27 spesies tanaman mangrove dan 40 spesies fauna pesisir. Namun, kawasan ini terus menghadapi ancaman abrasi, alih fungsi lahan, dan aktivitas industri yang berkembang pesat di utara Gresik.
“Kami percaya bahwa pembangunan industri harus berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. Penanaman mangrove ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap masyarakat dan lingkungan pesisir Gresik,” ujarnya.
Wakil Ketua Pusat Kajian Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik ITS M. Moeryono mengatakan, mangrove adalah pelindung alami pesisir yang mampu mengurangi abrasi dan meredam gelombang pasang. "Sehingga sangat penting untuk menekan risiko banjir rob yang sering terjadi di Gresik utara,” jelas
Direktur YEKA, Sriyanto, menambahkan, aksi ini bukan hanya soal menanam pohon, tapi juga menanam harapan untuk masa depan lingkungan yang lebih tangguh dan sehat. "Dengan penanaman ini, setidaknya bisa menjaga masa depan warga baik dari banjir maupun kerusakan lingkungan lainnya,"kata Sriyanto. (jar/han)
Editor : Hany Akasah