RADAR GRESIK - Banjir luapan Sungai Bengawan Solo kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik, khususnya Kecamatan Bungah.
Data terkini menunjukkan sebanyak 210 rumah warga terdampak banjir yang terjadi pada Selasa, 20 Mei. Ketinggian air bervariasi antara 70 sentimeter hingga satu meter, mengganggu aktivitas ribuan penduduk.
Tiga kecamatan di Gresik yang paling parah terdampak adalah Kecamatan Dukun, Kecamatan Bungah, dan Kecamatan Manyar. Desa Bungah menjadi lokasi terparah, dengan lima dusun yang terendam air cukup tinggi.
Selain rumah, banjir juga merendam sekitar 100 hektare lahan pertanian, dua masjid, dan satu gedung PAUD. Desa-desa lain yang juga terdampak meliputi Desa Madumulyorejo, Desa Jrebeng, Desa Mojopuro Wetan, Desa Sembayat, dan Desa Pejangganan.
Salah satu warga Desa Bungah, Ismail, mengungkapkan bahwa banjir akibat luapan Bengawan Solo pada tahun 2025 ini sudah terjadi sebanyak empat kali. Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk memperkuat tanggul sungai.
"Banjir datang pas kemarin sore. Sampai hari ini sudah yang keempat kali tahun ini. Harapannya kalau bisa, tanggulnya dibenahi, harus kuat supaya nggak kebanjiran," ujar Ismail.
Meskipun genangan air cukup tinggi, sebagian anak-anak terlihat memanfaatkan situasi ini dengan bermain dan berenang menggunakan batang pohon pisang, menunjukkan semangat dan adaptasi warga di tengah bencana.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Gresik, FX Driatmiko Herlambang, membenarkan data ratusan rumah terdampak banjir. Pria yang akrab disapa Miko ini menegaskan bahwa BPBD telah menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan dan evakuasi jika diperlukan.
"Hingga hari ini, kami mencatat sebanyak 210 rumah warga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Banjir juga merendam sekitar 100 hektare lahan pertanian, dua masjid, dan satu gedung PAUD," jelas Miko.(yud/han)
Editor : Hany Akasah