Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Ogoh-ogoh, Ritual Tawur Agung Kesanga di Pura Kerta Bumi Gresik Sambut Hari Raya Nyepi 1947 Saka

Yudhi Dwi Anggoro • Sabtu, 29 Maret 2025 | 04:41 WIB
OGOH - OGOH : Ritual Umat Hindu merayakan Tawur Agung Kesanga untuk menyambut Hari Raya Nyepi 1947 Saka di Pura Kerta Bumi, Desa Pengalangan Menganti, Gresik.
OGOH - OGOH : Ritual Umat Hindu merayakan Tawur Agung Kesanga untuk menyambut Hari Raya Nyepi 1947 Saka di Pura Kerta Bumi, Desa Pengalangan Menganti, Gresik.

RADAR GRESIK -  Umat Hindu di Kabupaten Gresik merayakan Upacara Tawur Agung Kesanga sebagai rangkaian ritual menyambut Hari Raya Nyepi 1947 Saka. Upacara ini digelar di Pura Kerta Bumi, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Jumat sore (28/3).

Sejak pukul 16.30 WIB, ratusan umat Hindu mulai berdatangan ke pura dengan mengenakan pakaian adat khas Bali. Acara ini semakin meriah dengan adanya parade Ogoh-ogoh yang diarak keliling kawasan pura, sebagai bagian puncak dari upacara Tawur Agung Kesanga.

Ketua Kerumahtanggaan Pura Kerta Bumi, Mujianto, menjelaskan bahwa Upacara Tawur Agung Kesanga merupakan ritual pembersihan diri dan alam semesta. "Upacara ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun 2025. Tujuannya adalah untuk membersihkan jiwa dan menghilangkan sifat buruk yang dapat mengganggu kedamaian," kata Mujianto.

Menurutnya, parade Ogoh-ogoh yang mengarak berbagai simbol Buta Kala (makhluk jahat) menjadi simbol dari penghancuran keburukan.

"Ogoh-ogoh ini diibaratkan sebagai Buta Kala, yang merupakan penghalang kedamaian. Dengan membakar Ogoh-ogoh, kita berharap agar alam semesta bersih dan umat Hindu dapat merayakan Nyepi dengan penuh kedamaian," terangnya.

Baca Juga: Antisipasi Kriminalitas Jelang Lebaran, Polres Gresik Tingkatkan Patroli di Titik Rawan

Rangkaian acara juga dihadiri oleh berbagai tamu undangan, termasuk umat lintas iman dan penghayat, serta organisasi masyarakat (Ormas) dari wilayah Kabupaten Gresik. Ketua Forum Masyarakat Gresik Cinta Keberagaman (Formagam), Joko Pratomo, turut hadir dalam acara tersebut.

"Hari ini, kami hadir untuk mendukung perayaan Upacara Tawur Agung Kesanga di Pura Kerta Bumi menyambut Hari Raya Nyepi 2025. Masyarakat lintas agama turut merayakan kebersamaan ini," ungkap Joko.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat mencerminkan toleransi dan moderasi beragama yang terjalin erat di Kabupaten Gresik.

Menurut Joko, kebersamaan yang tercipta dalam upacara ini menunjukkan bagaimana masyarakat Gresik saling rukun tanpa melihat perbedaan suku, agama, atau ras.

"Sebagai warga negara Indonesia, kita harus tetap bersatu, menjaga kesetaraan, dan saling mendukung dalam setiap perbedaan," tutup Joko.

Upacara Tawur Agung Kesanga di Pura Kerta Bumi bukan hanya sebuah ritual agama, tetapi juga sebuah wujud nyata dari toleransi, kebersamaan, dan kesetaraan antar umat beragama di Kabupaten Gresik.

Harapan dari semua pihak adalah agar masyarakat terus hidup rukun dan damai, dengan saling menjaga persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#Upacara Tawur Agung #hindu #menganti #ogoh ogoh #gresik #pura