RADAR GRESIK - Akibat laka kerja sebuah alat berat ekskavator terperosok masuk ke anak kali lamong yang berada di Jalan Raya Iker - Iker, Desa Iker - iker Geger, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Dampak evakuasi alat berat terbuat bikin kemacetan panjang di ruas Jalan Raya Wilayah Kecamatan Cerme, Gresik.
Diketahui identitas pengendara Dum truk Nopol. B 9207 BYT yaitu Bambang Sutikno ,40, tinggal di garasi truk di Desa Ambeng - ambeng Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.
Sementara itu korban laka kerja sopir alat berat eksavator bernama Andre ,45, tinggal di garasi truk di Desa Ambeng - ambeng Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.
Informasi yang dihimpun menurut keterangan Saksi Bambang Sutikno mula kejadian pada Kamis (16/1) sekitar pukul 16.30 Wib kendaraan nya dum truck Nopol B 9207 BYT warna putih hijau yang bermuatan tanah sertu berjalan dari arah Selatan - Timur yang tepatnya di depan PT. Encar Jalan Raya Iker - iker Geger, Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.
Dum truk mengalami patah As roda belakang sehingga mengakibatkan kendaraan nya tidak bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan Jalan Raya Ambeng - ambeng Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik.
Atas kejadian tersebut saksi Bambang Sutikno berusaha menghubungi teman nya bernama Bagus saksi kedua dengan tujuan meminta bantuan dikirimnya kendaraan dum truk lainnya untuk memindahkan material muatan tanah sertu berikut dikirim kan nya kendaraan alat berat berupa bego.
Setibanya para saksi beserta kendaraan bantuan lainnya dil okasi sekitar pukul 18.00 Wib langsung melakukan pemindahan muatan material ke kendaraan lainnya.
Setelah berhasil melakukan pemindahan material tersebut selanjutnya kendaraan alat berat bego mulai naik ke kendaraan jenis Mop tiba-tiba alat berat bego mengalami oleng dan terperosok ke sungai anak kali lamong beserta supirnya yang diakibatkan tanah pijakan di bahu jalan mengalami longsor.
Dikarenakan letak parkir dari kendaraan Mop tersebut terlalu kepinggir dan atau dikarenakan beban berat dari kendaraan tersebut.
Akibat dari kejadian tersebut sopir dari alat berat bego bernama Andre terjatuh dan terjepit di dalam bego dengan posisi di dalam air yang kemudian para saksi berusaha menghubungi dan meminta bantuan kepada petugas Polsek Cerme yang sedang melakukan patroli ke Jalan Raya Morowudi untuk mengevakusi dan menyelamatkan korban.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo mengatakan usia menerima laporan sekitar pukul 18.30 Wib Petugas Polsek Cerme beserta bantuan para saksi telah berhasil menyelamatkan korban Andre yang berada di dalam kendaraan alat berat.
Korbamn berada posisi di dalam sungai anak Kali Lamong tersebut dengan kondisi lecet dan atau memar pada bagian tangan akibat dari benturan benda keras namun untuk tas serta dompet milik korban hilang diduga terbawa arus anak sungai Kali Lamong.
" Setelah dilakukannya evakuasi dan atau penyelamatan kepada korban yang selanjutnya Petugas Polsek Cerme melaporkan kepada piket laka lantas Polres Gresik untuk penyidikan lebih lanjut," ujarnya, Jumat (17/1).
Kerugian materi'il dari kejadian tersebut masih belum bisa ditafsir dan tidak ada korban jiwa hanya korban luka lecet dan memar.
"Dampak dari kejadian tersebut sempat menyebabkan kemacetan arus lalin serta pemadaman lampu penerangan jalan akibat terputusnya kabel listrik disekitar lokasi kejadian. Untuk saat ini jalan sudah kembali lancar," jelasnya.
Iptu Andik mengungkapkan mengingat kondisi kejadian Kamis (16/1) malam hari dan kurangnya penerangan serta alat bantu untuk mengevakuasi ekskavator maka evakuasi dilakukan pada hari Jum'at (17/1) sekira pukul 13.30 Wib mengingat menggunakan alat berat kran yang berkapasitas besar.
"Proses evakuasi alat berat sudah dilakukan selain memeriksa saksi - saksi, pihak kami juga mengamankan beberapa alat bukti yaitu 1 unit alat berat bego dan 2 unit kendaraan Dum Truk Nopol B 9207 BYT berikut kelengkapan surat - surat," pungksnya.(yud)
Editor : Hany Akasah