RADAR GRESIK - Pulau Bawean, Gresik dengan pesona alamnya yang memukau, semakin dikenal dunia internasional bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat studi konservasi mangrove.
Keindahan alam yang masih terjaga dan ekosistem mangrovenya yang kaya, menjadikan Bawean sebagai magnet bagi pelancong dan peneliti mancanegara.
Salah satu buktinya adalah kedatangan tim dari kapal pesiar Coral Geographer asal Australia yang bekerja sama dengan Bawean Tourism, mengadakan kegiatan belajar konservasi mangrove, Minggu (5/1/2025).
Acara yang diadakan di Bawean ini dihadiri oleh turis asal Australia, tim Coral Geographer, serta komunitas lokal Hijau Daun yang diwakili oleh M. Subhan dari Pokmaswas Hijau Daun Bawean.
Baca Juga: Gresik Petrokimia Indonesia Kalahkan Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2025 dengan Kemenangan 3-0
Dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya belajar tentang pentingnya mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tetapi juga menggali lebih dalam tentang bagaimana konservasi mangrove dapat memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat lokal.
Subhan menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan manfaat ekologis mangrove dan cara menjaga kelestariannya, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya upaya pelestarian alam di tingkat masyarakat lokal.
"Selain mempelajari manfaat ekologis mangrove, peserta juga diajarkan cara-cara menjaga dan melestarikan ekosistem ini, yang pada gilirannya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Bawean," ujarnya.
Baca Juga: Gresik United Kalah Telak dari Deltras Sidoarjo, Nasibnya di Liga 2 di Ujung Tanduk
Kehadiran tim Coral Geographer memberikan kesan mendalam bagi semua yang terlibat. Perwakilan dari Coral Geographer mengungkapkan kekagumannya terhadap upaya komunitas Hijau Daun dalam menjaga alam Bawean sekaligus memberdayakan masyarakat setempat melalui konservasi.
"Ini adalah contoh luar biasa bagaimana masyarakat lokal dapat menjadi pelopor dalam pelestarian lingkungan. Kami sangat terinspirasi oleh semangat mereka untuk menjaga alam sekaligus mengedukasi wisatawan tentang pentingnya ekosistem pesisir," kata perwakilan tim Coral Geographer.
Selain itu, mereka menyampaikan niat untuk kembali ke Bawean tahun depan dengan program pembelajaran yang lebih luas dan mendalam. "Kami berharap dapat melanjutkan kolaborasi ini dan memperluas kegiatan edukasi tentang konservasi mangrove, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan ekosistem alam," tambah mereka.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan nilai ekologis mangrove, tetapi juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk mengikuti jejak Hijau Daun dalam menjaga kelestarian alam.
Dengan pendekatan yang mengintegrasikan pariwisata berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, Bawean dapat menjadi model yang menunjukkan bagaimana pariwisata dapat mendukung upaya konservasi.
Melalui upaya ini, diharapkan pariwisata di Bawean tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga mendukung pelestarian alam dan keberlanjutan ekosistem mangrove.
"Bawean memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata yang ramah lingkungan, dan kami ingin memastikan bahwa generasi mendatang juga dapat menikmati keindahan alam ini," ungkap M. Subhan.
Baca Juga: Nekat, Detik-detik Menegangkan Maling Motor Beraksi Rusak Pagar Rumah di Gresik
Coral Geographer adalah kapal pesiar eksklusif asal Australia yang dirancang untuk mengunjungi destinasi-destinasi terpencil dengan konsep ramah lingkungan.
Selain memberikan pengalaman wisata mewah, kapal ini juga mengedepankan edukasi tentang pelestarian alam, khususnya terkait dengan konservasi ekosistem pesisir seperti mangrove.
Salah satu fokus utama Coral Geographer adalah mengajak wisatawan untuk berinteraksi dengan komunitas lokal, memahami budaya setempat, serta berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, termasuk konservasi mangrove di Bawean.
"Dengan kolaborasi ini, Bawean semakin menunjukkan diri sebagai contoh konkret bagaimana pariwisata dapat bersinergi dengan pelestarian lingkungan demi kesejahteraan bersama," harapnya. (han)
Editor : Hany Akasah