Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Meski Jadi Kota Industri, Kualitas Udara Kabupaten Gresik Masih Sangat Baik, Begini Upaya yang Dilakukan Dinas Lingkungan Hidup

Fahtia Ainur Rofiq • Senin, 25 November 2024 | 23:15 WIB
PEMANTAUAN: Jajaran DLH Gresik saat memantau alat pengukur kualitas udara AQMS di Area Kantor Bupati Gesik.
PEMANTAUAN: Jajaran DLH Gresik saat memantau alat pengukur kualitas udara AQMS di Area Kantor Bupati Gesik.

RADAR GRESIK - Kabupaten Gresik, yang dikenal sebagai kota industri, berhasil mempertahankan kualitas udara yang baik meskipun memiliki banyak kawasan industri. Keberhasilan ini tak lepas dari upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik yang terus memantau dan menjaga kondisi udara melalui berbagai program unggulan, salah satunya pemasangan Air Quality Monitoring System (AQMS).

AQMS merupakan sistem pemantau kualitas udara yang bekerja secara real-time terus menerus selama 24 jam. Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara, AQMS menggunakan berbagai jenis sensor untuk mengukur parameter kualitas udara. Seperti PM10, PM2.5, SO2, NO2, O3, HC, dan CO. 

Data yang terkumpul kemudian diproses secara otomatis oleh sistem untuk menghasilkan informasi yang relevan dan akurat. Saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 10 titik alat pemantau kulitas udara dimana lokasinya tersebar dibeberapa wilayah di Kabupaten Gresik.

Yakni, AQMS milik Pemkab Gresik di Kantor Kecamatan Gresik, Kantor Kecamatan Cerme, Kantor Kecamatan Panceng, Kantor Kecamatan Driyorejo, Kantor Kecamatan Wringinanom, area Terminal Bunder.

Kemudian, AQMS di area Kantor Bupati Gresik yang merupakan hasil kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemkab Gresik. Serta AQMS di Kawasan Industri Gresik, Maspion Industrial Estate dan PT. Freeport Indonesia yang merupakan hasil kerjasama Pemkab Gresik bersama perusahaan.

Kondidi udara di Kabupaten Gresik
Kondidi udara di Kabupaten Gresik

Kepala DLH Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, mengungkapkan bahwa keberadaan AQMS sangat membantu pihaknya dalam memantau kualitas udara secara langsung. "Kalau ada wilayah yang kualitas udaranya menurun, kami bisa langsung turun ke lapangan untuk memetakan penyebabnya dan mencari solusi dengan cepat," ujarnya.

Selain pemantauan udara, DLH Gresik juga memiliki berbagai program untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Program-program tersebut meliputi pemantauan emisi usaha, uji emisi kendaraan, penegakan hukum lingkungan, hingga sosialisasi dan edukasi bagi pelaku usaha terkait pengelolaan dampak emisi.

Dalam rangka memperluas ruang terbuka hijau (RTH), DLH Gresik juga gencar melakukan penanaman pohon, pengembangan taman kota, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk penghijauan, termasuk penanaman mangrove. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan RTH sesuai regulasi.

DLH Gresik juga berkomitmen untuk mengurangi aktivitas pembakaran sampah dengan menyediakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS 3R. "Kami ingin meminimalisir pembakaran sampah oleh masyarakat dengan memberikan solusi pengelolaan sampah yang lebih baik," tambah Sri Subaidah.

Dengan berbagai upaya tersebut, Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa industrialisasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Keberadaan AQMS dan berbagai program pendukung DLH menjadi bukti nyata komitmen Gresik dalam menjaga kualitas udara. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#dlh #Kualitas Udara Gresik #ruang terbuka hijau (RTH) #Alat Pantau Udara #KLHK #Air Quality Monitoring System