Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Menengok Beberapa Tradisi Unik di Gresik saat Peringati Lebaran Ketupat, Ada Surak Iyo hingga Tradisi Seberangi Lautan

Hany Akasah • Selasa, 16 April 2024 | 23:31 WIB
TRADISI TURUN MENURUN: Salah satu tradisi yang ramai saat lebaran Ketupat di Gresik
TRADISI TURUN MENURUN: Salah satu tradisi yang ramai saat lebaran Ketupat di Gresik

RADAR GRESIK-Bagi sebagian warga di Gresik, lebaran sesungguhnya yakni saat Hari Raya Idul Fitri memasuki hari ketujuh syawal. Puncak hari raya ketujuh yang disebut dengan Lebaran Ketupat justru seringkali digelar secara meriah dibandingkan saat lebaran hari pertama. 

Berikut beberapa tradisi dan budaya unik di Gresik yang selalu digelar setiap Lebaran Hari Ketujuh atau Rioyo Kupat.

1. Tradisi Warga Bikin Ketupat di seluruh kecamatan di kabupaten Gresik

Masyarakat Jawa, perayaan tradisi lebaran ketupat ini dilambangkan sebagai simbol kebersamaan. Di beberapa desa Gresik, misalnya Desa Jogodalu Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik, Jawa Timur misalnya, lebaran ketupat ini dikenal dengan sebutan riyoyo kupat.

Biasanya, ketupat yang sudah ditata dalam wadah langsung dibawa ke masjid dan musala setelah selesai menunaikan salat shubuh dan di doakan oleh pemuka agama.

Tidak hanya ketupat saja yang dibawa, namun juga ada lepet, sayur dan sambal goreng. Selanjutnya, ketupat ditata sedemikian rupa dan didoakan bersama sama oleh warga sebagaimana filosofi dari ketupat itu sendiri yakni mengaku lepat atau mengaku salah kepada Allah swt.

2. Tradisi Surak Iyo di Randuboyo Kecamatan Kebomas, Gresik

Dalam menyambut hari lebaran ketupat, ada tradisi unik di Dusun Randuboyo Desa Randuagung Kacamatan Kebomas kabupaten Gresik. Tradisi yang sudah digelar secara turun menurun sejak zaman Sunan Giri itu dinamakan Tradisi Surak Iyo.
Sejak pukul 06.00 WIB, anak-anak membawa rantang dan berkeliling dari rumah ke rumah. Mereka manyanyikan lagu Surak Iyo.

Surak iyo pager jaro kembang gubis, Uqi ojo nangis-nangis nek nangis dikemplang linggis, surak iyo pager jaro kembang dara, Uqi ojo lara-lara nek lara oleho tamba, surak yo pager jaro kembang pacar, nek mari podo buyar.

Saat menyanyikan lagu Surak Iyo, setiap penghuni memberikan uang serta makanan ketupat kepada anak-anak yang ikut.


3. Tradisi Udik-udikan di Desa Suci Kecamatan Manyar, Gresik

tradisi udik-udik atau udik-udikan adalah sebuah kegiatan sedekah dengan cara melakukan penebaran uang recehan di kerumunan massa yang berkumpul.

Biasanya recehan itu dicampur dengan beras kuning dan kembang. Uang yang biasanya digunakan adalah uang logam pecahan Rp 500 dan seterusnya. Namun, ada pula uang kertas yang biasanya digulung dan dimasukkan ke dalam sedotan agar mudah ditebarkan.

Oleh nenek moyang, tradisi udik-udik ini dimaknai sebagai upaya warga untuk gemar bersedekah. Biasanya digelar setiap


4. Tradisi Lebaran 7 Syawal, Unjung-unjung di Kelurahan Pekauman Gresik Kota

Bila daerah lain sudah merayakan Hari Raya Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal. Sebaliknya warga Kampung Pekauman, Kecamatan Gresik merayakan Lebaran pada hari ketujuh.

Tradisi Lebaran 7 Syawal sudah lama dilestarikan Warga Pekauman. Bahkan, menjelang hari raya itu masyarakat setempat beramai-ramai masak dalam ukuran besar. Baik kupat hingga aneka ragam lauk untuk pendampingnya.

Banyaknya masakan tersebut bukan tanpa sebab, para sanak saudara masyarakat Kampung Pekauman biasanya datang untuk lebaran pada 7 Syawal.

Untuk menyemarakkan Lebaran itu, masyarakat saling menghias gang-gang di kampung tersebut. Warga memasak kupat, opor daging, opor ayam, hingga gulai. Selanjutnya dimakan bersama-sama.

5. Tradisi seberangi lautan menuju Pulau Madura

Masyarakat di wilayah Mengare saat lebaran ketupat memiliki tradisi yang beragam, selain biasanya membuat ketupat, lepet, dan dengkulan lalu membawanya ke musala atau Masjid untuk dibacakan tahlil dan istighosah pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB, mereka juga punya kebiasaan melakukan perjalanan laut ke Madura. Me

Biasanya ada tradisi unik yang dilakukan masyarakat Mengare di hari raya ketupat adalah seberangi lautan. Ada yang sebagian berwisata ke Pantai Benteng (Exotic Mengare) dan sebagian ke Lampu (mercusuar) di Bangkalan, Madura.

Dalam rangka memperingati Lebaran Hari Ketujuh, biasanya sebagian besar warga memilih wisata dengan naik dokaran. “Bisa jadi tradisi dokaran bisa jadi merupakan lebaran atau rezeki para kusir. Ini karena sebagian besar rekan seprofesinya dicarter warga sambil menikmati suasana sore jalan-jalan sepanjang Gresik,” kata Samsul, salah satu kusir dokar. (han)

Editor : Hany Akasah
#surak iyo #lebaran #udik-udikan #Tradisi #gresik #idul fitri #ketupat #Unik #syawal 2023 #dokaran