RADAR GRESIK -Sudah tiga kali berturut-turut, Syaifullah Mahdi menjadi pemenang Kontes Bandeng Kawak.
Terakhir, pria yang juga Kepala Desa Pangkahwetan Ujungpangkah Gresi itu berhasil meraih juara I Kontes Bandeng Kawak 2024 yang digelar Pemkab Gresik di Bandar Grisse, Senin (8/4) malam.
Total bandeng yang dimenangkan yakni 13,1 kilogram. Tahun sebelumnya, bandeng yang memenangkannya yakni 11,5 kilogram.
"Bagi saya bukan sekedar memelihara bandeng kawak, menang kalah itu sudah biasa. Tapi bagian dari pelestarian tradisi Gresik, " kata Syaifullah Mahdi
Selama 14 tahun, Syaifullah Mahdi merawat bandeng kawak bersama bandeng-bandeng ukuran biasa di lahan seluas 4 hektare.
"Kita sudah budidaya bandeng kawakan ini selama 14 tahun. Ini ada temanya 4.000 ekor bandeng kecil yang kita campurkan. Karena tipologinya itu, ketika bandeng sudah berukuran kawak maka tidak mau bergerak, makanya dicambur dengan yang kecil agar ketika diberi makan, dia ikut gerak," tambahnya.
Selama ini tidak ada perawatan khusus dalam memelihara bandeng kawak yang akan dilombakan.
Namun, Syaifullah akan menambahkan air baru ke dalam tambak selama satu Minggu sekali.
"Kami pelihara terus ada 170 ekor itu kita pelihara nanti yang paling besar kita lakukan perawatan lebih istensif," tutur Syaifullah.
Dirinya berharap agar ini menjadi motivasi buat budidaya tambak yang ada di Gresik. Selain itu, ia ingin bandeng menjadi ikon Kabupaten Gresik yang bisa dikenal orang banyak, terutama di Nusantara.
Pemenang Kontes Bandeng Kawak 2024 dimenangkan oleh Saifullah Mahdi dengan berat bandeng mencapai 13 kilogram.
Baca Juga: Pesta Bersama Masyarakat, Bupati Gresik Lestarikan Tradisi Pasar dan Kontes Bandeng Kawak 2024
Disusul dengan petambak asal Desa Pangkahwetan bernama Asmin dengan berat 11 kilogram.
Juara ketiga diraih oleh Zainul Abidin dengan berat bandeng 8 kilogram.
Program Pasar dan Kontes Bandeng Kawak 2024 dilaksanakan 6 hingga 8 April 2024 di Kawasan Gresik Kota.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, tradisi pasar bandeng itu rutin digelar sejak Sunan Giri memimpin kerajaan Giri Kedaton, seorang pemimpin visioner dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
Konon, Sunan Giri melihat potensi ikan bandeng melimpah sehingga banyak para santri yang membawa pulang bandeng sebagai oleh-oleh selepas itikaf. Dari situ, tradisi pasar bandeng diadakan mulai dari pasar, lomba hingga lelang.
"Tradisi pasar bandeng juga terus dilestarikan hingga Gresik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Bupati. (han)
Editor : Hany Akasah